Breaking News:

Khazanah Islami

Kopassus Lumpuhkan Pembajak Pesawat Garuda, 17 Peti Mati Rupanya Disiapkan Ini Alasannya

Komando Pasukan Sandi Yudha (Koppasandha) sekarang bernama Komando Pasukan Khusus (Kopassus mengukir sejarah dengan melumpuhkan pembajak pesawat DC 9

Editor: Heri Prihartono
DOK KOMPAS
Peswat Garuda yang dibajak di Bangkok Thailand 

TRIBUNJAMBI.COM - Dalam Operasi Woyla di Bangkok,  Benny Moerdani sudah bersiap-siap menyiapkan 17 peti mati.

Benny yang menjadi kepala operasi pengiriman Kopassus mempertimbangkan resiko hadapi pembajak pesawat DC-9 Garuda Indonesia di Bangkok, Thailand pada 1981.

Letjen Benny Moerdani, pun memperkirakan keberhasilan timnya hanya 50 persen.

Benny  menyiapkan 17 peti mati dalam operasi itu.

Perkiraan Benny bakal jatuh banyak korban dalam misi pembebasan sandera.

Perkiraan ternyata tak terbukti, karena usai operasi hanya dibutuhkan lima peti jenazah, itupun diperuntukkan bagi para pelaku teror.

Tulisan ini dikutip dari buku Sintong Panjaitan: Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando, penulis Hendro Subroto, Penerbit Buku Kompas, 2009.

Dari pihak Kopassus korbannya adalah Letnan Satu Anumerta Achmad Kirang  yang gugur saat operasi pembebasan sandera.

Begitu Letnan Satu Achmad Kirang gugur ketika menyergap masuk ke pesawat, pembajak bernama Mahrizal melepaskan tembakan pistol.

Peluru bersarang di bagian perut yang tak terlindung rompi anti peluru.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved