Breaking News:

Berita Batanghari

Harga TBS Sawit Terus Meroket Naik, Bupati Minta Petani Jangan Girang Terus Tingkatkan Produksi

Berita Batanghari-Petani kelapa sawit di Kabupaten Batanghari saat ini sedang menikmati angin segar. Pasalnya harga terus merangkak naik

Penulis: A Musawira | Editor: Nani Rachmaini
MUSAWIRA/TRIBUNJAMBI.COM
Harga TBS Kelapa Sawit Terus Meroket Naik, Fadhil Arief Sebut Petani Jangan Girang Terus Tingkatkan Produksi 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN-Petani kelapa sawit di Kabupaten Batanghari saat ini sedang menikmati angin segar.

Pasalnya harga pembelian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit terus merangkak naik hingga memasuki akhir Oktober 2021.

Akhir-akhir ini harga TBS kelapa sawit berdasarkan informasi yang diperoleh Tribunjambi.com dari Raden Jufri pemilik RAM PT. Vino Putra Batanghari di Kecamatan Pemayung dalam dua pekan sebelumnya harga TBS di angka Rp 2.560 kg dan kini harga TBS ditingkat loading RAM hampir tembus Rp 3.000 kg.

Kenaikan harga TBS kelapa sawit saat ini cukup tinggi sehingga pada Kamis (21/10/2021) terus naik diangka Rp 30-Rp 50.

Menanggapi harga TBS yang meroket naik diwilayah kepemimpinan Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief, ia pun mengatakan bahwa ini adalah rahmat dari Allah SWT.

Di tengah pandemi ini produk unggulan di Kabupaten Batanghari harganya bagus dan komoditasnya bagus.

“Tapi masyarakat jangan lalai jangan terlena dengan harga yang tinggi. Tetap ditingkatkan produksinya karena di daerah ini satu di antara masalahnya adalah produksi yang belum optimal,” kata Muhammad Fadhil Arief, Bupati Batanghari pada Jumat (22/10/2021).

Fadhil Arief mengatakan dengan harga yang tinggi takutnya nanti terjadi reborn atau tendangan balik.

Ia mengenang waktu itu pernah kejadian begitu, tapi ia optimis karena ekonomi dunia baru tumbuh dan kebutuhan CPO sangat tinggi saat ini.

Ditambah lagi kondisi-kondisi di negara lain sebagian lockdown sehingga produksi CPO terbatas dan ini membutuhkan CPO dari Indonesia.

“Syukuri rahmat dari Allah SWT gunakanlah rezeki itu yang baik. Dan yang sudah timbul kewajiban zakat bayarlah zakatnya supaya nanti selalu dapat bimbingan dari Allah SWT,” katanya.

Terkait TBS yang tidak terangkut ke pabrik yang tertinggal di kebun ataupun di Loading Ramp Fadhil Arief mengatakan Itu adalah tantangannya.

Diketahui bahwa 69 persen kondisi jalan di daerah ini dalam kategori tidak baik itu satu di antara penghambat dan menimbulkan biaya tambahan untuk distribusi pemasaran hasil perkebunan.

“Kita akan coba tahun depan akan kita urai masalah ini, jadi titik-titik utama jalan kabupaten akan kita perbaiki tapi tentunya dengan pendanaan yang ada, dengan keterbatasan pendanaan kita coba mengurangi beban dari petani tadi,” pungkasnya. (*)

Baca juga: Harga Sawit di Jambi Tembus Rp 3.000, Petani Semringah

Baca juga: Harga Sawit di Batanghari Meroket Naik Hampir 3.000 Per Kg, Ternyata Ini Penyebabnya

Baca juga: Harga TBS Melonjak, Harga Pupuk Ikut Naik. Ini Keluhan Petani Sawit di Tanjabtim 

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved