Puluhan Kades di Bungo Akan Bawa Istri Studi Banding ke Surabaya, Anggaran Rp30 Juta Pakai Dana Desa

Puluhan Datuk Rio (Kepala Desa, red) di Kabupaten Bungo bakal melakukan studi banding ke Surabaya.

Penulis: Muzakkir | Editor: Teguh Suprayitno
Dok. Pemkot Surabaya
Patung Suroboyo setinggi 42 meter yang terletak di Jalan Kenjeran, Kecamatan Bulak, Surabaya, ini bakal menjadi icon baru di Kota Surabaya. 

Laporan Wartawan Tribunjambi Muzakkir

TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO -- Puluhan Datuk Rio (Kepala Desa, red) di Kabupaten Bungo bakal melakukan studi banding ke Surabaya.

Mereka pergi dengan TP PKK (isteri Datuk Rio). Rencananya mereka akan berangkat Sabtu (23/10) mendatang.

Ketua Forum Datuk Rio Kabupaten Bungo Ziyadi ketika dikonfirmasi membenarkan jika Rio di Bungo bakal pergi ke Surabaya. Kata Ziyadi, keberangkatan ini merupakan program meningkatkan kapasitas Rio.

"Insya Allah berangkat Sabtu, tujuan Surabaya," kata Ziyadi, Rabu (20/10).

Rumah Dijual
Rumah Dijual (TRIBUNJAMBI)

Keberangkatan tersebut bakal menggunakan Dana Desa. Setiap Dusun melakukan iuran sebesar Rp 4,5 juta per orang. Jika perginya dua orang atau lebih, maka langsung ditambah Rp 4,5 juta saja. 

Biaya tersebut akan digunakan untuk akomodasi selama di Surabaya, seperti penginapan, dan sebagainya. Sementara untuk tiket pesawat, di luar iuran yang ditetapkan tersebut.

"Rp 4,5 juta di luar tiket pesawat," ungkap Ziyadi yang juga merupakan Datuk Rio Tebing Tinggi.

Merujuk dari situs Traveloka, saat ini harga tiket pesawat untuk Jambi tujuan Surabaya terbesar diangka Rp 2,2 juta per orang, sementara termurahnya Rp 1,2 juta.

Sesuai informasi yang disampaikan perangkat desa, satu desa menganggarkan hingga puluhan juta. Namun itu tergantung dengan kesepakatan pemerintah desa.

"Kalau di dusun sayo, anggaran untuk berangkat ini Rp 30 juta. Itu sudah termasuk biaya tak terduga lainnya," kata Fi perangkat Dusun yang berada di Kecamatan Tanah Sepenggal.

Dirinya menyayangkan dengan kepergian perangkat Dusun itu, sebab dana yang dianggarkan cukup besar. Selain itu, saat ini masih dalam situasi Covid-19.

"Kalau untuk pergi saat ini rasanya kurang etislah. Keuangan daerah kita masih kempang kempis," katanya lagi.

Menurut mantan perangkat Dusun yang pernah ikut studi banding, kegiatan tersebut hanyalah cerimonial saja. Sedikit sekali perangkat Dusun yang mengikuti kegiatan itu dengan serius.

"Yang jelasnya ke sana tu hanya Pelesiran bae. Dikit yang memahami kegiatan itu," kata mantan perangkat Dusun itu.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan Tribun masih berupaya untuk konfirmasi pada kades yang akan berangkat ke Surabaya untuk study banding.(*)

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved