Breaking News:

Siasat Kapolsek Parigi Moutong Kelabuhi Remaja untuk Berbuat Asusila, Ibunya Sampai Pingsan

Kondisi psikis remaja perempuan yang menjadi korban dugaan asusila yang dilakukan Kapolsek Parigi Kabupaten Parigi Moutong, mengalami tekanan.

kolase tribunnews/ist
Ilustrasi anggota polisi diduga berbuat asusila pada seorang remaja dan berjanji akan membebaskan ayahnya dari penjara. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Gadis remaja berinisial S yang menjadi korban dugaan asusila yang dilakukan Kapolsek Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, mengalami tekanan psikis.

Hla itu dikatakan Andi Akbar Panguriseng, kuasa hukum saat mendampingi korban menjalani pemeriksaan di Markas Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) di Kota Palu, Senin (18/10/2021) malam.

Bukan hanya korban yang tertekan, mental ibu kandung korban juga terguncang karena tidak menyangka putrinya menjadi korban asusila.

"Psikis keluarga korban sangat terguncang. Ibunya menangis terus sampai pingsan akibat peristiwa yang dialami anak perempuannya. Korban juga lebih sering diam," ujar Andi, dilansir dari Antara.

Andi meminta Polda Sulawesi Tengah untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Terlebih, pelaku yang berinisial IDGN tidak menyangkal jika dirinya mengirimkan pesan kepada korban untuk berbuat asusila dengan janji akan membebaskan ayah korban yang saat ini mendekam di penjara di Parimo.

"Harapan kami oknum kapolsek tersebut tidak hanya dipecat tapi juga dijatuhi hukuman yang setimpal atas perbuatannya berbuat asusila kepada remaja perempuan yang merupakan anak seorang tersangka yang ditahan di Parimo," katanya.

Baca juga: Lagi Hamil 9 Bulan, Perempuan Muda Ketangkap Basah Lagi Threesome, Ternyata Dijual Suami

Andi menegaskan, korban dan pihak keluarga tidak akan menempuh jalan damai atas tindakan yang dilakukan Kapolsek Parigi.

Mereka ingin apa yang dialami korban menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak terulang sehingga tidak ada lagi gadis yang mengalami kejadian serupa.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Suparnoto mengatakan saat ini pemeriksaan di Propam Polda Sulteng masih terus berjalan dan telah memeriksa sejumlah saksi mulai dari pihak keluarga korban, korban, hingga pengelola hotel tempat keduanya berbuat asusila.

"Barang bukti yang kami temukan untuk saat ini yakni percakapan keduanya melalui aplikasi WhatsApp (WA). Kami juga telah mengarahkan kasus ini ke tindak pidana umum agar diproses," katanya.

Didik menambahkan, IDGN yang berstatus perwira polisi dengan pangkat Iptu tersebut juga telah dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek, tetapi tidak dipecat. Saat ini dia bertugas di Pelayanan Markas (Yanma) Polda Sulteng.

Untuk diketahui, Kapolsek Parigi berinisial IDGN diduga berbuat asusila kepada seorang remaja perempuan berinsial S.

IDGN berjanji kepada S akan membebaskan ayahnya yang mendekam di penjara jika S menuruti permintaan IDGN untuk berbuat asusila.

Hingga perbuatan tersebut dilakukan, IDGN tidak kunjung membebaskan ayah remaja perempuan itu.

Berita ini telah tayang di KOMPAS.TV

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved