Breaking News:

Mahasiswa USU Pengguna Ganja Akan Dijadikan Duta Antinarkoba, DPRD: Aneh Pelaku Jadi Duta

DPRD Sumatera Utara (Sumut) mengkritik rencana BNNP Sumut yang akan jadikan pengguna ganja di USU sebagai Duta Antinarkoba.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Toga Panjaitan (kiri) memberikan keterangan terkait penangkapan narkoba saat gelar kasus di kantor BNNP Sumut, Deliserdang, Senin (11/10/2021). BBNP Sumut melakukan kerja sama dengan pihak Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil menangkap 31 orang pengguna narkoba, 14 orang diantaranya mahasiswa dan mengamankan barang bukti ganja kering seberat 508,6 gram. 

TRIBUNJAMBI.COM, MEDAN - BNNP Sumatera Utara (Sumut) berencana menjadikan mahasiwa Universitas Sumatera Utara (USU) pengguna ganja sebagai Duta Antinarkoba. Namun, rencana itu mendapat kritikan dari anggota DPRD Sumut.

"Aneh juga kalau tiba - tiba para pelaku menjadi duta antinarkoba. Harusnya benar - benar direhabilitasi biar tidak menularkan kepada orang lain," ujar Anggota Komisi A DPRD Sumut, Muhammad Subandi, Selasa (19/10/2021).

Dikatakannya, perang terhadap narkoba tidak bisa dilakukan setengah-setegah dan harus ekstrem. Sebab, saat ini masalah narkoba di Sumut sudah menjadi momok yang menakutkan. Bahkan, sudah merambah hingga kalangan pemuda dan pelajar.

"Kampus sudah menjadi tempat peredaran narkoba, pelakunya juga mahasiswa harapan bangsa. Ini telah mencoreng dunia pendidikan dan sangat memalukan," katanya.

Subandi menegaskan harus segera dilakukan upaya preventif untuk menangani penyalahgunaan narkoba.

Terlebih lagi kejadian itu di lingkungan USU, kampus kebanggaan warga Sumut.

Untuk itu, Subandi meminta kedepannya, agar tes urine menjadi salah satu persyaratan mendaftar perguruan tinggi (PT) bahkan juga diterapkan kepada siswa yang masuk SMA/SMK.

Baca juga: Lagi Hamil 9 Bulan, Perempuan Muda Ketangkap Basah Lagi Threesome, Ternyata Dijual Suami

Baca juga: Siasat Kapolsek Parigi Moutong Kelabuhi Remaja untuk Berbuat Asusila, Ibunya Sampai Pingsan

Baca juga: Aipda Ambarita Dikecam Netizen Akibat Memaksa Periksa Ponsel Warga, Gigit Jari Setelah Dimutasi

"Tes urine harus jadi persyaratan mutlak karena persoalan narkoba ini khususnya di Sumut sudah sangat mengkhawatirkan jadi harus dilakukan deteksi dini," bebernya.

Berdasarkan data yang dimiliki Komisi A, Subandi mengatakan, 80 persen penghuni lembaga pemasyarakatan (Lapas) sekarang ini diisi oleh kasus narkoba.

"Untuk para pelajar yang hasil tes urinnya positif narkoba, bukan berarti tidak boleh melanjutkan sekolah atau kuliah, namun harus benar-benar direhabilitasi," pungkasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved