Breaking News:

Anggota Komisi IX DPR RI Saniatul Lativa Edukasi Cek KLIK Sebelum Membeli

Cek KLIK merupakan satu cara yang dapat dilakukan masyarakat agar terhindar dari Obat dan Makanan yang berbahaya dan atau tidak memenuhi syarat

Editor: Rahimin
Istimewa
Saniatul Lativa saat memberikan edukasi kepada masyarkat mengenai Cek KLIK. 

TRIBUNJAMBI.COM -  Anggota Komisi IX DPR RI Saniatul Lativa memberikan edukasi kepada masyarkat mengenai Cek KLIK (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa) di di Desa Tirta Kencana, Kecamatan Rimbo Bujang, Tebo, Jumat (15/10/2021).

Acara tersebut bekerjasama dengan Balai POM Provinsi Jambi. Cek KLIK merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan masyarakat agar terhindar dari Obat dan Makanan yang berbahaya dan atau tidak memenuhi syarat. 

“Dengan Cek KLIK, konsumen mempunyai kendali penuh untuk memperhatikan Obat dan Makanan yang beredar, seperti di pasar tradisional, khususnya di pusat perbelanjaan yang memiliki banyak counter ritel. Upaya edukasi ini sangat diperlukan oleh masyarakat untuk melindungi diri dan keluarga dari ancaman zat-zat berbahaya,” kata legislator Dapil Jambi tersebut.

Anggota Komisi IX DPR RI tersebut  juga memberikan contoh terkait obat beredar di warung-warung yang kemasannya tidak jelas dan menjanjikan sembuh dengan cepat. Masyarakat perlu jeli dan teliti sebelum membeli. “Sebelum membeli lihat apakah kemasannya ada izin BPOM nya, cek juga komposisinya,” tutur Saniatul Lativa.

Legislator asal Jambi tersebut juga mengingatkan kepada masyarakat untuk hati-hati terhadap obat yang dijual secara illegal di warung atapun pasar tradisional dinilai oleh masyarakat adalah obat yang manjur, padahal kandungan obat tersebut tidak jelas apa isinya serta berbahaya ketika dikonsumsi dalam waktu yang lama, obat tersebut bisa merusak ginjal.

Sementara itu, Ketua Balai POM Provinsi Jambi Ahmad Rafqi  menjelaskan kepada masyarakat mengenai lingkaran warna dalam kemasan obat. Ada tiga lingkaran yang memiliki warna berbeda-beda yang beredar di masyarakat yaitu lingkaran hijau, biru dan merah dengan huruf K. Masing masing lingkaran tersebut memiliki arti yang berbeda-beda. 

 “Jika tanda di kemasan obat adalah lingkaran berwarna hijau dengan tepian berwarna hitam yang tegas, maka hal ini menandakan bahwa obat ini bisa didapatkan dengan bebas di mana saja, termasuk apotek atau warung-warung sekitar kita tanpa perlu memakai resep dokter. Hanya saja, meskipun bebas, bukan berarti kita bisa dengan sembarangan mengkonsumsinya. Pastikan untuk selalu memperhatikan aturan pakai yang juga sudah tercantum di kemasannya,” katanya.

Lingkaran biru tanda di kemasan obat dengan tepian berwarna hitam adalah tanda jika obat ini berjenis bebas terbatas. Obat ini memiliki dosis yang lebih tinggi dari obat bebas namun bisa dibeli meskipun tanpa memakai resep dokter. Hanya saja, di dalam kemasannya biasanya ada peringatan dan dosis yang harus diperhatikan saat dikonsumsi. Seringkali, obat berjenis ini hanya bisa didapatkan di apotek meskipun ada juga yang bisa ditemukan di warung meskipun terbatas.

 Yang terakhir adalah lingkaran merah dengan huruf “K” tanda lingkaran merah dengan tepian berwarna hitam tegas dan ada huruf K besar menandakan bahwa obat ini adalah obat keras. Obat ini hanya bisa didapatkan dengan resep dokter di apotek sehingga tidak boleh dibeli atau dikonsumsi dengan sembarangan.

Baca juga: BPOM Jambi Melebihi Target Pendampingan Industri Dapatkan Izin Edar Makanan Dalam

Baca juga: Saniatul Lativa Edukasi Pemanfaatan Obat Herbal Buat Meningkatkan Imun Saat Pandemi Covid-19

Baca juga: Kiprah Saniatul Lativa, anggota Komisi IX DPR RI Dapil Jambi: Karena Bapak Ikhlas Saya Mau

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved