Breaking News:

Kejari Tanjabtim Geledah KPU

Uang Misterius Rp 230 Juta di Brangkas KPU Tanjabtim Terungkap, Kuasa Hukum Berikan Penjelasan

Berita Tanjabtim-Misteri uang Rp 230 juta di brankas KPU Tanjung Jabung timur terungkap, Kuasa Hukum KPU sebut

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Nani Rachmaini
ABDULLAH USMAN/TRIBUNJAMBI.COM
Uang Misterius di Berangkas KPU Terungkap, Kuasa Hukum Berikan Penjelasan, Oktober 2021 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Misteri uang Rp 230 juta di brankas KPU Tanjung Jabung timur terungkap, Kuasa Hukum KPU sebut uang tersebut milik pribadi anggota KPU.

Hal tersebut diketahui berdasarkan keterangan Kuasa Hukum KPU Tanjung Jabung Timur, Rifki Septino usai menggelar konferensi pers di Pengadilan Tinggi Tanjung Jabung Timur. Rabu (13/10).

Rifki memastikan, jika temuan uang Rp 230 juta yang berada di brankas KPU, turut disita pada saat penggeledahan di KPU pada 29 September lalu merupakan uang pribadi.

"Dapat kita pastikan bahwa uang yang berada di brankas KPU itu merupakan uang Pribadi, hasil penjualan tanah oleh anggota KPU," jelas Rifki.

Dijelaskannya lula, uang Rp 230 juta tersebut milik bendahara KPU Tanjung Jabung Timur, hasil penjualan tanah miliknya yang sengaja disimpan di brankas KPU. Dengan alasan agar uang tersebut lebih aman jika disimpan di kantor.

Lanjutnya, uang tersebut menang direncanakan akan diserahterimakan bersama sertifikat kepada pihak pembeli, dan akan dilakukan akad.

"Hanya saja waktunya tidak tepat, sebelum proses akad tadi berjalan lebih dahulu ada penggeledahan ini," jelasnya.

Ketika disinggung terkait SPJ Fiktif, kalo kita dari pihak KPU secara aturannya sudah lengkap tidak ada yang salah sesuai prosedur termasuk proses pencairan dana dan sebagainya.

"Kalo menurut kita sudah sesuai semua, seharusnya jika pun ada yang memeriksa itu lebih telatnya APIP yang melakukan," jelasnya.

Sampai saat ini pihak KPU juga masih mempertanyakan alasan dasar penyelidikan dan tingkat penyidikan yang dilakukan oleh pihak Kejari.

"Bahkan pihak kejaksaan tertanggal 15 september telah menetapkan perkara ini ke tahap penyidikan, sampai kita harini menyerahkan laporan ke Pengadilan pihak Kejari tidak pernah mengeluarkan SPDP yang seharusnya ada," jelasnya.

"Kita juga menyayangkan tindakan pemeriksaan dan penggeledahan oleh pihak Kejari dinilai terlalu tendensius dan arogansi, karena ketersinggungan. Kenapa harus seperti itu," pungkasnya. (usn)

Baca juga: Butut Dugaan Korupsi Dana Hibah di Pilkada 2020, KPU Tempuh Jalur Praperadilan

Baca juga: Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU, Kejari Tanjabtim Sudah Periksa 50 Orang

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved