Breaking News:

Berita Sarolangun

Karang Taruna Pembela Warga Mandiangin Jadi Tersangka, Warga Minta Bupati Bantu Atasi Konflik

Berita Sarolangun-Warga Mandiangin beramai-ramai mendatangi kantor bupati Sarolangun, ratusan warga itu meminta agar hak plasma

Penulis: Rifani Halim | Editor: Nani Rachmaini
RIFANI HALIM/TRIBUNJAMBI.COM
Karang taruna pembela warga Mandiangin jadi tersangka, masyarakat meminta Bupati Bantu konflik hingga selesai 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Warga Mandiangin beramai-ramai mendatangi kantor bupati Sarolangun, ratusan warga itu meminta agar hak plasma dengan perusahaan sawit Sumatera Agrindo Mandiri diselesaikan.

Namun naasnya, pihak perusahaan malah melaporkan warga sebanyak dua kali ke Polda Jambi atas aksi penutupan jalan dan melarang perusahaan untuk memanen buah sawit di lahan yang sedang bermasalah tersebut.

Albar salah satu pemuda Mandiangin yang dilaporkan ke Polda Jambi kini telah menjadi tersangka atas kasus pelarangan pihak perusahaan memanen buah.

Untuk memperjuangkan hak tersebut warga Mandiangin ramai-ramai meminta pihak pemerintah kabupaten Sarolangun untuk menyurati Polda Jambi agar mencabut laporan tersebut dan memanggil pihak perusahaan untuk mengembalikan hak atas tanah yang telah di tanam sawit tersebut.

Albar mengatakan, pada awalnya sebagai karang taruna ia mendapatkan kuasa, lembaga di depan masyarakat. Tidak untuk menunganggi masyarakat untuk melakukan aksi di lahan tersebut pada bulan Maret lalu.

Seiring berjalannya waktu, warga melakukan aksi di kantor perusahaan sawit tersebut. Namun tidak mendapatkan hasil, masyarakat membangun tenda di lahan tersebut hingga empat bulan lamanya.

"Tidak ada hasil dari aspirasi yang dilakukan warga pada Maret lalu, kami mendapatkan berita acara kesepakatan dari warga bahwa perusahaan tidak boleh pemanenan, merubah perjanjian - perjanjian yang merugikan masyarakat," katanya, Rabu (13/10/2021).

Lanjutnya, ada empat poin yang dituntut masyarakat kepada pihak perusahaan, jika perusahaan tak kunjung menyelesaikan itu tidak boleh melakukan aktivitas.

"Nyatanya perusahaan di Minggu ketiga setelah aksi malah memanen buah. Masyarakat spontan saat dilokasi melakukan stop terhadap aktivitas itu," ungkapnya.

Hingga akhirnya terjadi pelaporan dari Djalu sebagai pihak perusahaan ke Polda Jambi, Albar dan rekan dipanggil sebanyak tiga kali oleh Polda Jambi hingga akhirnya Albar dan rekan menjadi tersangka demi memperjuangkan masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved