Breaking News:

Kapolsek Percut Sei Tuan Dicopot, Buntut Pedagang yang Dianiaya Preman Dijadikan Tersangka

Kanit Resintel Polsek Percut Sei Tuan, Medan, Sumatera Utara, resmi dicopot dari jabatannya pada Selasa, 12 Oktober 2021.

Tangkapan Layar Youtube Kompas TV
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan pencopotan Kapolsek Percut Sei Tuan sebagai buntut kasus penetapan pegadang jadi tersangka setelah dianiaya preman. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Publik dibuat bingung dengan kasus seorang pedagang Pasar Gambir, Percut Sei Tuan, Medan, Sumatera Utara yang jadi tersangka setelah dianiaya preman.

Kasus itu kemudian mengundang tanda tanya besar, bagaimana penegakan hukum di institusi Polri sebenarnya. 

Belakangan, Polri mengumumkan telah mencopot Kanit Resintel Polsek Percut Sei Tuan dari jabatannya pada Selasa, 12 Oktober 2021.

Bukan hanya itu, Kapolsek Percut Sei Tuan juga akan dicopot dari jabatannya.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono.

Argo mengatakan, pencopotan terhadap Kanit Resintel dan Kapolsek Percut Sei Tuan tak lepas dari kasus penganiayaan terhadap pedagang pasar oleh preman di Pasar Gambir, Percut Sei Tuan, Medan.

Diketahui, setelah penganiayaan itu, pedagang pasar yang menjadi korban justru ditetapkan sebagai tersangka, begitu juga si preman. Hal itu terjadi setelah korban dan pelaku sama-sama saling lapor ke polisi.

"Kanit Resintel Polsek Percut Sei Tuan dicopot per 12 Oktober. Pencopotan jabatannya oleh Kapolrestabes Medan," kata Argo dalam konferensi persnya di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/10/2021).

Baca juga: Pedagang Sayur di Deli Serdang Jadi Tersangka Usai Dianiaya Preman Pasar, Begini Kata Polisi

Baca juga: Polisi Viralkan #PolriSesuaiProsedur Tandingi #PercumaLaporPolisi? Polri: Kita Bukan Perang Hastag

Baca juga: Mahasiswa di Tangerang Kejang-kejang Usai Dibanting Polisi di Trotoar, Lalu Ditinggal Pergi

Argo menjelaskan, keputusan Kapolrestabes Medan mencopot Kanit Resintel Polsek Percut Sei Tuan itu setelah pihaknya melakukan audit terhadap penyidikan yang dilakukan polsek setempat.

Dari hasil audit tersebut, kata Argo, disimpulkan bahwa penyidikan terhadap kasus dugaan penganiayaan itu dilakukan tidak profesional.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved