Breaking News:

Penyimpangan Dana Desa

Kades Meninggal Dunia, Pembangunan Desa di Bungo Terancam Batal, Warga Desak Bupati Turun Tangan

Berita Bungo-Namun kasus yang terjadi di dusun Lubuk Kayu Aro Kecamatan Rantau Pandan Kabupaten Bungo ini sedikit pelik. Lantaran Rio meninggal

Penulis: Muzakkir | Editor: Nani Rachmaini
Dok/Manado Tribunnews
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO -- Kasus penyimpangan Dana Desa (DD) di Kabupaten Bungo kembali terjadi.

Namun kasus yang terjadi di dusun Lubuk Kayu Aro Kecamatan Rantau Pandan Kabupaten Bungo ini sedikit pelik, lantaran Rio (kades,red) meninggal dunia.

Setidaknya ada ratusan juta rupiah dana desa yang telah dicairkan oleh mantan Rio yang sudah meninggal belum lama ini.

Namun uang tersebut belum sempat digunakan untuk keperluan dusun. Termasuk untuk keperluan membayar gaji perangkat dusun setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, uang tersebut dicairkan oleh bendahara dusun.

Namun setelah dicairkan, uang tersebut diserahkan kepada Datuk Rio. Namun belum lama diserahkan, Datuk Rio Dusun Lubuk Kayu Aro tersebut meninggal dunia.

Awalnya kasus ini didiamkan, sebab pihak desa maupun kecamatan tidak mau keluarga tersinggung.

Mereka melakukan pendekatan secara persuasif kepada pihak keluarga, namun yang terjadi malah menemukan jalan buntu. Pihak keluarga belum kooperatif dalam permasalahan ini.

Akibat ketidakjelasan dana tersebut, pemerintah dusun kelabakan. Mereka tidak bisa melakukan pembangunan di dusun tersebut. Pembangunan terancam batal.

Pjs Rio Dusun Lubuk Kayu Aro, Sirojudin ketika dikonfirmasi menyebut jika pihaknya kewalahan untuk merealisasikan pembangunan yang ada di dusun tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved