Breaking News:

Warga SAD Disebut Ikut Kegiatan Ilegal Drilling, KKI Warsi Minta Polisi Usut Isu Tersebut

Warga Suku Anak Dalam atau Orang Rimba disebut ikut dalam kegiatan ilegal drilling. KKI Warsi meminta polisi mengusut hal itu

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Rahimin
(Tribunjambi/A Musawira)
Ilustrasi lokasi ilegal drilling - Warga SAD Disebut Ikut Kegiatan ilegal drilling, KKI Warsi Minta Polisi Usut Isu Tersebut 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Warga Suku Anak Dalam (SAD) disebut dipekerjakan di oleh pemain ilegal drilling.

Menanggapi isu tersebut, KKI Warsi menganggap itu sebagai pengalihan isu saat melakukan penindakan di lapangan.

Menurut Staf Humas KKI Warsi Sukmareni, sebelum mengungkapkan keterlibatan tersebut, perlu adanya pemahaman terkait SAD itu sendiri.

Kata Sukmareni, sebelumnya pemerintah menyebut, semua suku yang ada di dalam hutan adalah warga SAD, baik itu Orang Rimba, Batin Sembilan dan Suku Talang Mamak.

Sukmareni mengungkapkan, sistem kehidupan dari ketiga suku ini, sangat berbeda.

Di mana, Orang Rimba memiliki sistem hidup semi nomaden. Sementara, Suku Talang Mamak menganut sistem Petalangan, yang relatif sudah berasimilasi dengan masyarakat desa.

"Nah, untuk keterkaitan SAD yang dimaksud harus jelas, apakah Orang Rimba, atau Batin Sembilan," kata Sukmareni, Minggu (10/10/2021).

Menyambung dengan satu orang warga SAD yang disebut pihak Kepolisian dipekerjakan dalam kegiatan ilegal drilling, menurut Sukmareni hal tersebut perlu penelusuran lebih dalam lagi.

Terlebih, kata Sukmareni, kehidupan Orang Rimba masih masih menganut sistem semi nomaden dirasa sangat jauh dari aktifitas ilegal drilling yang dalam pengerjaannya sudah berbau teknologi.

"Kalau kejadiannya seperti yang disebutkan di Desa Bungku, itu bukan wilayah Jelajahnya Orang Rimba, tetapi Suku Batin Sembilan. Sehingga bisa saja SAD yang dimaksud adalah Suku Batin Sembilan," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved