Breaking News:

Berita Kriminal Jambi

Modus Pemain Illegal Drilling di Jambi, Rekrut Warga SAD Sebagai Tameng dan Pengalihan Isu

Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Sigit Dany Setiyono mengungkap adanya modus keterlibatan suku anak dalam (SAD) sebagai pekerja illegal drilling.

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
istimewa
Ditreskrimsus Polda Jambi, terbitkan empat orang daftar pencarian orang (DPO) kasus kebakaran sumur minyak ilegal di Desa Bungku, Batanghari, Sabtu (18/9/2021) lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Sigit Dany Setiyono mengungkap adanya modus keterlibatan suku anak dalam (SAD) sebagai pekerja illegal drilling di Jambi.

Dalam menjalankan aktivitas pengeboran minyak ilegal tersebut, kata Sigit, para pelaku illegal drilling, sengaja mempekerjakan warga SAD sebagai pekerja di lapangan, untuk pengalihan isu saat dilakukan penindakan oleh petugas.

Dengan keberadaan warga SAD, para pemain minyak ilegal akan mengalihkan isu Hak Asasi Manusia (HAM) dan isu lainnya, ketika petugas melakukan tindakan hukum, kepada warga SAD yang tertangkap di lokasi pengeboran minyak ilegal.

"Jadi mereka buat teman kita dari SAD sebagai tameng, ketika kita melakukan penindakan, maka mereka memunculkan isu-isu baru, yang menghambat penindakan yang kita lakukan," kata Sigit, Minggu (10/10/2021).

Sigit tidak menyebut pasti, jumlah warga SAD yang ikut terlibat dalam aktifitas Ilegal Driling di Jambi.

Namun, pada kasus sumur minyak yang terbakar di Desa Bungku, Bajubang, Kabupaten Batanghari, Sabtu 18 Oktober lalu, petugas mendapati satu orang warga SAD, yang dipekerjakan oleh tersangka Kujang alias KJ, pemodal utama sumur yang meledak di Desa Bungku tersebut.

Dalam kasus ini, tersangka KJ mempekerjakan satu warga SAD berinisial H, untuk pembuatan lahan sumur minyak.

KJ mengupah warga SAD tersebut sebesar Rp 50 ribu setiap drum hasil pengeboran minyak ilegal tersebut.

"Sampai saat ini, kita akan terus menindak para pelaku Ilegal Driling di Jambi, karena ini sangat berdampak buru pada lingkungan," tutup Sigit.

Baca juga: Sejak Awal 2021 Dua Oknum Polisi di Jambi Menjadi Tersangka Illegal Drilling

Baca juga: Baru 15 Drum Minyak Hasil Illegal Drilling di Maro Sebo Ilir, Tiga Pelaku Tak Berkutik Digerebek

Baca juga: Kapolda Jambi Tegaskan Tak Pandang Bulu Pada Pelaku Illegal Drilling di Jambi

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved