Viral hingga Istana, Cak Imin Desak Polisi Selidiki Kasus Pemerkosaan Tiga Anak di Luwu Timur

Kasus ayah memerkosa ketiga anak kandungnya di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan yang dihentikan oleh kepolisian telah menimbulkan kontroversi.

dok. DPR RI
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Publik Tanah Air hingga pihak Istana tengah menyoroti kasus pemerkosaan tiga anak di bawah umur di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Kasus ayah memerkosa ketiga anak kandungnya yang dihentikan oleh kepolisian telah menimbulkan kontroversi.

Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar ikut terguncang hatinya mendengar kasus tersebut.

Menurut Muhaimin, kasus perkosaan oleh ayah kandung kepada ketiga putrinya itu merupakan kejahatan dan kekerasan seksual serius yang harus dihukum seberat-beratnya.

Tindakan itu kata dia, bukan saja melanggar norma dan nilai-nilai agama, tetapi juga merupakan tindak pelanggaran Hak Asasi Manusia karena termasuk tindak kejahatan kelas berat yang berdampak merusak masa depan anak-anak Indonesia.

"Pertama saya meminta Polri untuk segera melakukan penyelidikan dan melakukan proses hukum kepada pelaku tindak kejahatan tersebut. Sebagai penegak hukum, Kepolisian harus menjadi tangan-tangan negara untuk melindungi yang lemah dan rentan," ujar Muhaimin yang akrab disapa Cak Imin di Jakarta, Sabtu (9/10/2021).

"Polri harus menunjukkan komitmen dan tekad kuat untuk melindungi semua warga Indonesia termasuk anak-anak Indonesia," imbuhnya.

Baca juga: Mabes Polri Akhirnya Turun Tangan Setelah Dikecam Publik, Kasus Pemerkosaan 3 Anak di Luwu Berlanjut

Baca juga: Kasus Pemerkosaan 3 Anak di Luwu Timur, Istana: Presiden Jokowi Tak Bisa Tolerir Predator Seksual

Keluarga Indonesia dimana saja lanjut Cak Imin, harus menjadi pelindung dan penyedia kasih sayang kepada anak-anak Indonesia.

Bukan sebaliknya, malah menjadi ancaman dan sumber mara bahaya kejahatan bagi keluarganya.

Kedua, kata Cak Imin, kasus Luwu Timur menjadi bukti tambahan mengenai urgensi penguatan kebijakan dan peraturan yang akan mampu mencegah kejahatan dan kekerasan seksual dan melindungi anak-anak serta kaum perempuan Indonesia.

"Ketiga, saya mendesak pemerintah dan DPR segera mengesahkan RUU TPKS (Tindak Pidana Kekerasan Seksual). Pemerintah dan DPR perlu mempercepat pengesahaan untuk bisa memulai langkah-langkah pencegahan kejahatan seksual untuk mampu memberi perlindungan efektif kepada anak-anak dan kaum perempuan Indonesia," tegas Wakil Ketua DPR RI itu.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cak Imin Minta Polisi Selidiki Kasus Rudapaksa Anak Kandung di Luwu Timur.

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved