Breaking News:

Puluhan Remaja Digarut Diduga Dibaiat NII, Dosen Agama UI: Mereka Mau Ngaji Malah Dibaiat

Dosen Agama Islam di Universitas Indonesia (UI) Alhafiz Kurniawan angkat bicara berkaitan dengan banyaknya anak muda yang diduga dibaiat NII.

Sumber: Kompas.com/Ari Maulana Karang
Sekretaris MUI Kecamatan Garut Kota menunjukkan surat pernyataan yang dibuat pengikut NII untuk kembali ke NKRI, Kamis (7/10/2021). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Puluhan anak muda di Garut, Jawa Barat diduga dibaiat oleh kelompok Negara Islam Indonesia (NII).

Berkaitan dengan ini, dosen Agama Islam di Universitas Indonesia (UI) Alhafiz Kurniawan ikut angkat bicara.

Menurutnya para remaja dan anak muda yang terbaiat NII tersebut adalah korban ideologi.

“Remaja emang kelompok usia yang sangat rentan pada paparan ideologi, apalagi ideologi itu salah (seperti NII-red),” katanya kepada KOMPAS.TV lewat pesan daring, Sabtu (9/10/21).

Alhafiz kemudian menjelaskan, pembaiatan para remaja sebagai bagian dari NII jelas salah dan perlu dilihat juga lebih mendalam, termasuk apa faktor dan konteks yang terjadi. 

Ia berpendapat, para remaja ini hanya datang untuk sekadar mengaji atau memperdalam agama islam. Tapi, justru dibaiat masuk ideologi yang cukup berbahaya dan jelas bertentangan dengan Islam yang ramah.

“Para remaja dan anak muda ini jelas korban dalam hal ini. Mereka tahunya hadir untuk mengaji atau memperdalam agama Islam. Ternyata ada pembaiatan terkait sikap politik yang berseberangan dengan sistem negara Indonesia,” sambungnya.

Pengampu Majelis Taklim kitab Tafsir Jalalayn di Masjid Pondok Pinang, jaksel itu, juga menjelaskan, pengajian di mana pun pada dasarnya baik.

Tapi memang harus dipilah dengan benar di era saat ini agar tidak terjerumus ke pengajian yang justru membahayakan.

Sebelumnya, pembaiatan terhadap sekitar 59 remaja dan anak muda terhadap ajaran Negara Islam Indonesia (NII) tengah ramai menjadi perbincangan masyarakat.

Baca juga: Densus 88 Turun ke Garut, Selidiki Puluhan Anak Muda yang Dibaiat Kelompok Radikal NII

Baca juga: Alasan Fadli Zon Minta Densus 88 Dibubarkan, Kompolnas: Itu Menyesatkan dan Berbahaya

Peristiwa yang diduga pembaiatan itu dilakukan dalam sebuah aktivitas di Masjid Sukamentari, sebuah wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Hal itu dilaporkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut, Aceng Amirudin, pada hari Jumat lalu.

Berita ini telah tayang di Kompas.TV

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved