Penyelidikan Kasus Pemerkosaan 3 Anak di Luwu Timur Dihentikan, Tagar #PercumaLaporPolisi Viral

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto menyampaikan penghentian penyelidikan kasus 'Tiga Anak Saya Diperkosa' di Luwu Timur telah sesuai prosedur

Sumber: Project M/Muhammad Nauval Firdaus - di bawah lisensi Creative Commons BY-NC-ND 2.0
lustrasi penghentian proses penyelidikan oleh polisi dalam kasus kekerasan seksual di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto ikut bicara setelah kasus pemerkosaan tiga anak di Luwu Timur kembali mencuat.

Penghentian penyelidikan kasus tersebut pada 2019 kini menjadi kotroversi.

Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan penghentian penyelidikan kasus tersebut telah sesuai prosedur.

Agus juga menyampaikan penghentian penyelidikan itu setelah penyidik Polri melakukan visum et repertum kepada ketiga anak yang diduga telah menjadi korban pencabulan dari ayah kandungnya sendiri.

Selama proses penyelidikan yang dilakukan Polri, kata Agus, juga didampingi oleh pihak KPAI.

Hasilnya tidak ditemukan dugaan pencabulan seperti yang dilaporkan oleh sang Ibu.

"Kalau hasil visum dan KPAI sudah mendampingi dan tidak ditemukan sesuai keterangan Ibu atau mantan Istri yang dilaporkan. Mau diapakan bila faktanya gak ada? Itu penjelasan Pak Kapolda dan Direktur Krimum," ujar Agus saat dikonfirmasi, Sabtu (9/10/2021).

Namun demikian, Agus menuturkan pihaknya juga telah menurunkan Biro Wassidik Bareskrim Polri ke Polda Sulawesi Selatan untuk dapat melakukan asistensi terkait detail penyelidikan yang telah dilakukan Polres Luwu Timur.

"Iya, Biro Wassidik Bareskrim Polri asistensi untuk cek (ke Polda Sulsel)," katanya.

Baca juga: Mabes Polri Akhirnya Turun Tangan Setelah Dikecam Publik, Kasus Pemerkosaan 3 Anak di Luwu Berlanjut

Baca juga: Kasus Pemerkosaan 3 Anak di Luwu Timur, Istana: Presiden Jokowi Tak Bisa Tolerir Predator Seksual

Baca juga: Viral hingga Istana, Cak Imin Desak Polisi Selidiki Kasus Pemerkosaan Tiga Anak di Luwu Timur

Sebelumnya seorang ibu rumah tangga melaporkan pemerkosaan yang dialami ketiga anaknya yang masih di bawah 10 tahun.

Terduga pelaku tidak lain adalah eks suaminya atau ayah kandung mereka sendiri.

Terduga pelaku merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN) yang punya posisi di kantor pemerintahan daerah Luwu Timur.

Adapun kejadian dugaan pemerkosaan itu terjadi pada Oktober 2019 lalu.

Ibu ketiga anak itu pun melaporkan kasus itu kepada Polres Luwu Timur pada 9 Oktober 2019 lalu. Setelah melakukan penyelidikan pada 5 Desember 2019 lalu, Polri memutuskan untuk menghentikan penyidikan kasus tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved