Breaking News:

Berita Jambi

Kebijakan Pertanian di Jambi Masih Belum Maju, Ini Kendalanya

Kebijakan pertanian di Jambi masih belum maju, kendalanya yang paling kontras adalah sektor hilirisasi dan permodalan.

tribunjambi/zulkifli azis
Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Provinsi Jambi, Mukhtamar Hamdi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Provinsi Jambi, Mukhtamar Hamdi, menyatakan masih terdapat beberapa kendala untuk membuat kebijakan pertanian Provinsi Jambi lebih maju.

Dijelaskannya, yang paling kontras adalah sektor hilirisasi dan permodalan. Ia pun bilang ada empat permasalahan yang harus dihadapi.

Yang pertama adalah rendahnya produktivitas lahan. Kedua, tingkat kepemilikan lahan yang berada pada kisaran 0,4 Hektar per-individu, dimana menurutnya hal tersebut relatif sulit untuk mewujudkan skala ekomomi usaha yang mandiri.

Kemudian ketiga, Hamdi mengakui Provinsi Jambi masih lemah di level hilirisasi (produk jadi), dimana sebagian ekspor produk komoditi Jambi masih dalam bentuk bahan mentah.

Serta keempat, Provinsi Jambi masih lemah dari sisi akses permodalam dan pasar bagi para petani.

“Nah, persoalan dari sisi akses modal dan pasar ini yang barangkali kedepannya perlu didorong oleh Pemprov Jambi. Sehingga, harapannya sektor pertanian ini mampu untuk mensejahterahkan masyarakat terutama saat pandemi ini,” sampainya.

Disamping itu, Hamdi juga menuturkan, terdapat beberapa solusi yang akan dilakukan dalam menangani permasalahan-permasalahan tersebut.

“Salah satu alternatifnya yakni dengan membangun role model pengembangan sapi dan sawit. Selanjutnya, kedepannya akan ada program terbesar pemerintah. Yaitu pengembangan sebuah kawasan pertanian terintegrasi yang melibatkan beberapa komoditi unggulan terutama untuk bahan pangan, dimana tujuannya dalam rangka untuk melakukan penguatan ketahanan pangan daerah,” jelas Hamdi.

Ia menambahkan, selanjutnya, adapun untuk prioritas pertanian setiap kabupaten kota tergantung pada situasi dan kondisi daerah masing-masing.

“Untuk Provinsi Jambi pada sektor pengembangan kawasan perkebunan ada donasinya masing-masing yakni perkomoditas. Misalnya, Kerinci unggul di kopi dan cassiavera. Sementara dataran rendah seperti Muaro Jambi, Batanghari dan sebagainya unggul di kelapa sawit dan karet. Kira-kira ya seperti itu,” pungkasnya.

Baca juga: Anwar Sadat Bicara Potensi Pertanian di Tanjab Barat Hingga Wajah Baru Pariwisata

Baca juga: Sektor Pertanian Tetap Kokoh Walau Dihantam Krisis, Kementan Ajak Milenial Mau Bertani

Baca juga: Webinar Memperingati Hari Tani Nasional, Berharap Kaum Muda Terdidik Terjun ke Sektor Pertanian

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved