Breaking News:

Proyek Gedung Auditorium

Kejari Muarojambi Terima Pelimpahan Tersangka Baru Dugaan Korupsi Auditorium Gedung UIN STS Jambi

Berita Muarojambi-Kejaksaan Negeri (Kejari) Muarojambi menerima pelimpahan tahap II perkara dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Auditorium

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Nani Rachmaini
HASBI SABIRIN/TRIBUNJAMBI.COM
Kejari Muarojambi Terima Pelimpahan Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Auditorium Gedung UIN STS Jambi, 8 Oktober 2021 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Kejaksaan Negeri (Kejari) Muarojambi menerima pelimpahan tahap II perkara dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Auditorium UIN STS Jambi tahun 2018.

Tersangka adalah Imron Rosadi, mantan ketua kelompok kerja (pokja) proses pelelangan proyek pembangunan auditorium UIN STS Jambi.

Dengan pelimpahan tersangka dan barang bukti, kasus ini segera bergulir ke persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jambi.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Muarojambi Kamin mengatakan, berkas yang dilakukan penyidik Kejaksaan Tinggi Jambi telah dinyatakan lengkap atau P-21.

Terhadap tersangka pada hari ini diperiksa oleh pihak Kejari Muarojambi, kurang lebih sekitar tiga jam di ruangan pidsus.

Terlihat tersangka menggunakan kemeja hitam dan rompi tahanan warna merah keluar dari ruangan pemeriksaan digandeng pihak Kejari ke mobil dengan tangan diborgol.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Muarojambi Kamin, terhadap tersangka ini merupakan dari hasil pengembangan kasus rekanannya Hermantoni, Rido Setiawan yang sudah putus pada persidangan sebelumnya.

"Iya hari ini kita memang terima berkas pelimpahan memeriksa satu tersangka baru dari pengembangan kasus auditorium gedung UIN atas nama Imron Rosadi," kata Kajari Muarojambi Kamin Jumat (08/10/21).

Ia juga mengungkapkan, tersangka itu sebelumnya telah dilakukan penyidikan oleh Kejati Jambi, atas pengembangan yang diduga melawan hukum pada proses lelang hingga penetapan pemenang pada saat pendaftaran lelang auditorium UIN STS Jambi.

"Terhadap pelaku kita lakukan penahanan selama 20 hari kedepan, sembari menunggu pemberkasan untuk proses persidangan di Tipikor Jambi selanjutnya," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved