Polri dan MUI Dalami Dugaan NII di Garut Jawa Barat, 59 Orang Diajak Ucapkan Syahadat Baru

Polri dan Majelis Ulama Indonesia sedang mendalami dugaan paparan paham radikalisme Negara Islam Indonesia (NII) di Sukamentri, Garut, Jawa Barat.

Kompas TV
Karopenmas Divisi Humas Polri Bridgjen Rusdi Hartono. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Sebanyak 59 warga Garut, Jawa Barat dikabarkan dibaiat oleh Negara Islam Indonesia (NII).

Saat ini Polri dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sedang mendalami dugaan paparan paham radikalisme NII di Sukamentri, Garut, Jawa Barat.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan, nantinya tim gabungan akan mendalami apakah dugaan paparan radikalisme NII itu berkaitan dengan aliran agama atau justru kegiatan pembaiatan.

"Polres Garut, Pemda Garut, MUI Garut telah turun ke lapangan untuk menyelidiki kasus tersebut. Apakah memang terjadi pembaiatan atau hanya ajaran-ajaran aliran-aliran agama tertentu pada masjid di kecamatan Sukamentri yang mengajarkan ajarannya kepada beberapa anak didiknya. Ini sedang didalami," ujar Rusdi di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (7/10/2021).

Kata Rusdi pihaknya berkomitmen untuk menuntaskan dugaan kasus radikalisme NII di Garut.

Ia pun memastikan Polri juga akan melakukan pembinaan terhadap 59 orang yang sempat dikabarkan diduga terpapar radikalisme NII.

"Yang pasti Polres Garut Pemda Garut dan MUI Garut telah bersama-sama untuk melakukan penyelesaian kasus tersebut. masih didalami. Ada Polri, ada Pemda dan ada MUI. Penyelidikan berjalan pada sisi lain terhadap 59 yang mendapatkan ajaran tersebut sedang dilakukan pembinaan," ujar Rusdi.

Baca juga: Alasan Anies Baswedan Selalu Menolak Diwawancara Media Internasional Akhirnya Terbongkar

Baca juga: Novel Baswedan Beberkan Cara Koruptor Gembosi KPK Lewat Isu Taliban dan Radikalisme

Baca juga: Bendera Mirip HTI Ditemukan di Meja Penyidik KPK, Satpam: Ada di Lantai 10

Diberitakan sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri turun tangan mengenai kasus puluhan warga yang diduga terpapar paham radikalisme Negara Islam Indonesia (NII) di Sukamentri, Garut, Jawa Barat.

Kabag Bantuan Operasi Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar menyebutkan penyidik sedang mengumpulkan informasi untuk mengetahui detail terkait kasus tersebut.

"Kita sudah monitor kejadian ini dan sedang mengumpulkan informasi yang lebih detail," kata Aswin kepada wartawan, Kamis (7/10/2021).

Aswin menuturkan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan tim Densus 88. Nantinya, penyidik baru akan menyikapi langkah hukum setelah mengetahui detail kasus tersebut.

"Nanti akan ada tindak lanjut sesuai fakta yang ditemukan," katanya.

Sebagai informasi, seorang remaja berusia 15 tahun di Garut diduga telah terpapar paham radikalisme Negara Islam Indonesia (NII) , yakni di Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved