Breaking News:

Kekhawatiran Budaya Sulam Benang Emas Mulai Ditinggalkan oleh Generasi Muda di Jambi

Berita Jambi-Sulam Benang Emas Budaya Jambi yang mulai tergerus oleh globalisasi, dan ini sangat berdampak dengan pengrajin sulam

Penulis: Ade Setyawati | Editor: Nani Rachmaini
ADE SETYAWATI/TRIBUNJAMBI.COM
Sulam Benang Emas Mulai Tergerus Globalisasi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sulam Benang Emas Budaya Jambi yang mulai tergerus oleh globalisasi, dan ini sangat berdampak dengan pengrajin sulam benang emas yang juga mulai punah.

Zaman yang semakin mengglobal tentu saja memberikan dampak positif dan negatif bagi suatu negara, dan globalisasi tidak bisa dihindari.

Banyak dampak positif dari globalisasi namun juga tidak sedikit dampak negatif yang dirasakan termasuk juga di Jambi.

Dengan globalisasi dan zaman yang sudah semakin canggih, membuat tergerusnya budaya yang ada Indonesia termasuk juga budaya Jambi.

Zainul Bahri yang kerap disapa Datuk pengurus Rumah Tenun Danau Sipin Kelurahan Legok Kota Jambi mengatakan di Indoensia tumbuh berbagai macam budaya yang saat ini mulai dilupakan, seperti Sulam Benang Emas yang berjaya pada tahun 1997 hingga tahun 2000-an.

"Saya sangat sedih melihat fakta ini, di mana zaman yang semakin modern namun generasi ke generasi mulai melupakan budaya dan yang paling terdampak itu ialah Sulam Benang Emas," ujarnya.

Hat tersebut dapat dilihat dari pernikahan-pernikahan yang pelaminannya tidak lagi menggunakan hiasan sulam benang emas, termasuk juga baju pengantin yang mulai modern.

"Generasi sekarang lebih memilih gaya minimalis, yang kaca-kaca itu ketimbang menggunakan yang tradisional adat Jambi," tambahnya.

Dampak dari tergerusnya budaya Sulam Benang Emas, juga sangat berpengaruh dengan pengrajin sulam benang emas yang semakin langka.

"Imbasnya juga kepada pengrajin, kita yang punya produksi sulaman benang emas punah, karena tidak ada lagi peminat dan beralih ke yang modern," ucapnya.

"Melihat fakta seperti sekarang ini, perlu kita mengembalikan lagi budaya ini dengan cara melatih anak-anak, bagaimana membuat sulam benang emas, agar tumbuh rasa cinta dengan budaya Jambi, ini bukan hanya tugas Datuk, tapi tugas kita bersama," lanjutnya.

Tidak hanya itu saja, Datuk juga mengatakan pentingnya peran pemerintah di saat seperti ini, memberikan edukasi pentingnya melestarikan budaya agar tidak tergerus zaman.

"Peran pemerintah penting dengan memberikan wawasan kepada masyarakat, perlu juga muatan lokal untuk memperkenalkan budaya, agar mereka kenal bahkan generasi sekarang juga ada yang tidak tau apa itu sulam benang emas," tambahnya.

"Kemudian untuk sulam benang emas, lembaga adat juga turut berperan, misalnya ada aturan yang mengatur harus ada menggunakan budaya Jambi dalam pernikahan atau seperti apa, mari sama-sama kita lestarikan kembali budaya kita," tutupnya. (*)

Baca juga: VIDEO Rumah Tenun Latih Tunarungu Membuat Songket

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved