Alasan Fadli Zon Minta Densus 88 Dibubarkan, Kompolnas: Itu Menyesatkan dan Berbahaya

Kompolnas angkat bicara ihwal kicauan anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon di Twitter yang meminta Densus 88 dibubarkan.

Editor: Teguh Suprayitno
YouTube/Najwa Shihab
Fadli Zon minta Densus 88 dibubarkan. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Kicauan anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon di Twitter yang meminta Densus 88 dibubarkan jadi perbincangan hangat publik.

Kompolnas pun ikut angkat bicara ihwal kicauan Fadli Zon di Twitter tersebut.

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti menyayangkan Fadli Zon sebagai seorang anggota legislatif justru membuat narasi yang menyesatkan.

"Selama ini narasi-narasi yang menyatakan Densus 88 harus dibubarkan adalah narasi-narasi dari kelompok teroris dan kelompok radikal, sehingga menyesatkan dan sangat berbahaya jika seorang anggota dewan mendukung narasi tersebut," ujar Poengky kepada Kompas TV, Kamis (7/10/2021).

Ia, sebagai pengawas fungsional Polri, termasuk Densus 88 di dalamnya, sangat mengapresiasi kinerja yang sangat efektif dan profesional yang dilakukan Densus 88 selama ini.

"Densus 88 sejak didirikan hingga saat ini sudah berhasil menegakkan hukum terhadap para teroris di Indonesia, dan bahkan dengan prestasinya. Densus 88 adalah salah satu detasemen anti teror terbaik di dunia," kata Poengky.

Ia mengaku heran dan menyayangkan pernyataan Fadli Zon yang menyatakan Densus 88 sebaiknya dibubarkan karena Islamofobia dan menjadikan teroris sebagai komoditi. 

"Bagi kami, statement tersebut sangat tidak berdasar. Tidak didukung data, tidak didukung penelitian, dan historis. Apalagi Bapak Fadli Zon tidak masuk dalam komisi yang menjadi mitra atau pengawas Polri," katanya.

Baca juga: Kementerian BUMN Angkat Bicara Setelah Pegawai Kimia Farma Ditangkap Densus 88

Baca juga: Pegawai BUMN Ditangkap Densus 88, Punya Peran Penting dalam Jaringan Jemaah Islamiyah

Sebelumnya, Fadli Zon akun Twitternya mengunggah tentang desakan pembubaran lembaga Densus 88, karena dinilai kerap menciptakan narasi ihwal Islamofobia di masyarakat. 

Menurut unggahan di akun tersebut, sebagai institusi negara Densus 88 tak memecah kehidupan bermasyarakat dengan menyebarkan Islamofobia. 

"Narasi berbau Islamofobia tak akan dipercaya rakyat lagi," cuitan di akun @fadlizon, Rabu (6/10/2021).

Ia menyebut isu Islamofobia itu sudah tak lagi dipercaya oleh masyarakat, karena kini tatanan kehidupan dunia sudah banyak mengalami perubahan. 

"Dunia sudah berubah, sebaiknya Densus 88 ini dibubarkan saja. Teroris memang harus diberantas, tapi jangan dijadikan komoditas," ujarnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved