Breaking News:

Berita Merangin

Sekda Merangin Tawarkan Solusi Kios 'Letter L' Untuk Para Pedagang Korban Kebakaran Hebat

Berita Merangin-Sekretaris Daerah Merangin, Fajarman mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu laporan dari dinas terkait terkait rapat terakhir

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Nani Rachmaini
DARWIN SIJABAT/TRIBUNJAMBI
Fajarman, Sekretaris Daerah Merangin 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Pemerintah Kabupaten Merangin sarankan pedagang korban kebakaran di Ujung Tanjung awal September 2021 lalu berjualan di sekitar Pasar Bawah, dan tidak memakai lokasi lama.

Sekretaris Daerah Merangin, Fajarman mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu laporan dari dinas terkait terkait rapat terakhir bersama pedagang korban kebakaran.

Sementara tawaran pemerintah daerah kepada pedagang tersebut dikatakan Fajarman dari hasil kajian akan ditempatkan di sebelah Pos Polisi Pasar Bawah.

Sedangkan lokasi sebelumnya akan diperuntukkan sebagai ruang terbuka hijau.

Sebab lokasi juga merupakan titik nadi pembuangan air di Kota Bangko, sehingga tidak diperbolehkan membangun.

"Lokasi itu (eks kebakaran) nanti akan kita buatkan parkir khusus bagi pengunjung RTH," katanya di ruang kerjanya, Rabu (6/10/2021).

Sehingga pemerintah menawarkan kepada pedagang untuk lokasi berdagang akan ditempatkan di sebelah Pos Polisi menuju kantor kelurahan Pasar Bawah Bangko.

"Kita sudah ukur tanah kosong milik Pemda itu, didesain di situ. Nanti bangunannya kita buat seragam, supaya nanti tidak nampak kumuh. Karena itu merupakan perlintasan juga," katanya.

Terkait pembangunan kios baru, Fajarman mengatakan sepenuhnya akan diserahkan ke pedagang. Pemerintah hanya menyediakan lahan dan desain bangunannya.

"Kita kasih desain, mereka yang membangunkan. Mereka hanya gunakan sewa lahan," katanya.

Konsepnya dikatakan Fajarman, kios pedagang tersebut akan dibuat berbentuk 'Leter L' dan mampu menampung semua pedagang sebanyak 34 pedagang.

Sementara pedagang yang sebelumnya telah berjualan di lokasi tersebut sebanyak empat pedagang juga akan diakomodir.

Jika pedagang setuju, maka pemerintah segera akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) bahwa lokasi tersebut digunakan sebagai lapak Pedagang Kaki Lima (PKL).

Sebagaiamana diketahui, pada 1 September 2021 lalu sijago merah mengamuk dan meratakan puluhan kios dengan tanah.

Kerugian akibat kejadian itu diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran, apakah ada unsur kesengajaan atau hal lain. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat).

Baca juga: Agustus-September 2021 Terjadi 11 Kali Kebakaran di Merangin

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved