Breaking News:

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Memiliki Hati yang Teguh dan Tangguh

Bacaan ayat; Yesaya 26:3 (TB) Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya

Editor: Suci Rahayu PK
Instagram Inspirasi Alkitab
Ilustrasi berdoa 

Memiliki Hati yang Teguh dan Tangguh

Bacaan ayat; Yesaya 26:3 (TB) Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.

Oleh Pdt Feri Nugroho S.Th

Pdt Feri Nugroho
Pdt Feri Nugroho (Instagram @ferinugroho77)

Teguh artinya kuat berpegang pada janji ataupun perkataan; tetap tidak berubah dalam pendirian atau iman; hidup dalam kesetiaan.

Berpedoman pada pengertian tersebut, dapat kita bayangkan bahwa orang yang teguh adalah orang yang memiliki kepribadian yang tangguh. Ia tidak mudah goyah dalam berkomitmen.

Perlu dasar yang kuat untuk mampu mempengaruhi pendiriannya.

Ia tidak gampang terpengaruh dengan banyak berita dan pembicaraan, sebelum menguji apakah yang dia dengar adalah sebuah kebenaran atau sekedar penilaian subyektif semata.

Jika kata teguh dikaitkan dengan hati maka kita akan mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif.

Keteguhan bukan hanya menyentuh ranah intelektual semata, namun terhubung dengan perasaan yang melahirkan sikap yang kokoh dalam segala sesuatu.

Ia adalah pribadi yang tahan terhadap kritikan, tidak merajuk untuk memaksakan kehendak, atau cengeng dalam rengekan.

Jika perlu adu argumen maka akan dilakukannya dan tahu kapan harus berhenti untuk berdebat.

Baca juga: Renungan Harian Kristen - Berproses Menjadi Dewasa dalam Pergumulan

Kehidupan itu dinamis. Apa yang kita yakini sebagai kebenaran bertahun-tahun, ternyata dapat runtuh saat ditemukan fakta baru yang tidak bisa disanggah.

Beberapa melindungi diri dengan tidak mau tahu dengan dunia luar.

Menutup diri dari berbagai informasi dianggap sebagai perisai yang kokoh.

Bak katak dibawah tempurung, demikianlah jadinya bagi yang memilih untuk tidak mau tahu dengan berbagai informasi lain disekitarnya.

Padahal segala informasi sebenarnya bisa dijadikan sebagai alat ukur untuk menguji, apakah yang diyakininya sebuah kebenaran atau sekedar pembenaran terhadap segala sesuatu.

Sepenggal syair pujian yang dicatat Yesaya menegaskan bahwa, 'Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.'

Umat Tuhan sedang ditampi.

Penghakiman berlaku atas mereka: apakah mereka hidup dalam kesetiaan atau telah tidak taat kepada Tuhan.

Seakan tidak ada bedanya, mereka yang taat dan tidak taat. Masing-masing menghadapi situasi yang tidak menyenangkan. Penderitaan harus dialami.

Yesaya mengimani bahwa mereka yang hidup setia dan taat, akan terus dijagai dan dilindungi oleh Tuhan.

Keadaan buruk yang terjadi tidak akan menghancurkan iman yang mereka miliki. Mereka tegak berdiri kokoh karena Tuhan yang yang menguatkan mereka.

Tuhan yang bertindak sebagai tempat perlindungan yang kokoh. Mereka yang hidup dalam iman bukan hanya sebatas percaya.

Mereka mempercayakan seutuhnya kehidupan kepada kuasa Tuhan. Mereka tidak gentar dan lisut oleh berbagai peristiwa buruk.

Mereka tidak goyah sekalipun berhadapan dengan badai topan dunia yang menggetarkan nyali.

Sebab mereka mempercayakan kehidupan mereka kepada Tuhan.

Setiap kita sedang di uji dalam setiap pergumulan kehidupan. Masing-masing harus mampu bertahan.

Jika terkait dengan kebenaran, seseorang perlu terus membuka hati dan pikiran agar terus dicerahkan.

Jika terkait dengan penderitaan, jadilah pribadi yang tangguh.

Yakinlah bahwa Tuhan terus berkarya dengan cara yang tidak terduga.

Ide-Nya sangat kreatif untuk menolong. Ia tidak akan kekurangan gagasan untuk sekedar memberikan kekuatan kepada kita. Asal kita tetap percaya.

Percayalah...
Amin

Renungan harian oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved