Breaking News:

Berita Tanjabtim

Manfaatkan Pondok Tengah Hutan di Tanjabtim, Dijadikan Sarana Bisnis Oleh Bandar Narkoba

Berita Tanjabtim-Tiga orang pria diamankan satres Narkoba Polres Tanjabtim saat pesta sabu di sebuah pondok di dalam hutan.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Nani Rachmaini
ABDULLAH USMAN/TRIBUNJAMBI.COM
Manfaatkan Pondok Di Tengah Hutan, Dijadikan Sarana Bisnis Oleh Bandar Narkoba di Tanjabtim, Oktober 2021 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Tiga orang pria diamankan satres Narkoba Polres Tanjabtim saat pesta sabu di sebuah pondok di dalam hutan.

Dua dari tiga pria tersebut merupakan bandar.

Kasat Narkoba Polres Tanjab Timur, Iptu Ojak P Sitanggang saat diwawancarai di ruang kerjanya Selasa (5/10/21) terkait penangkapan ini menjelaskan, penangkapan 3 orang pria tersebut berlokasi di Kelurahan Parit Culum I, Kecamatan Muara Sabak Barat yang dilakukan oleh tim Opsnal Polres Tanjab Timur pada tanggal 28 September 2021 yang lalu.

"Lokasi penangkapan sendiri di belakang Gor Paduka Berhala Muara Sabak sekitar jam lima sore," ujar Ojak.

Lanjutnya, para pelaku ini sengaja menjadikan salah gubuk di perkebunan sawit yang ada di tengah hutan sebagai basecamp mereka untuk bertransaksi dan pesta Narkoba.

Penangkapan ini sendiri berdasarkan hasil laporan masyarakat yang mulai resah dengan keberadaan para pelaku yang kerap berkumpul dan sering mendatangkan orang asing ke lokasi tersebut.

Berdasarkan laporan itu, anggota Opsnal Narkoba Polres Tanjab Timur kemudian melakukan pengintaian di lokasi tersebut guna memastikan kegiatan yang dilakukan oleh ketiga orang tersebut.

Dirinya juga menjelaskan, dalam penangkapan tersebut, anggota berhasil mengamankan barang bukti di TKP berupa 10 paket sabu siap edar, satu buah timbangan digital, dua pak plastik kosong yang diduga sebagai bungkus sabu, seperangkat alat hisap sabu, tiga unit HP, beberapa plastik kosong yang masih ada sisa sabu di dalamnya dan uang tunai hasil penjualan sabu sebanyak Rp 1.750.000

Ketiga orang pria yang kami amankan ini berinisial ER, TD dan AL. Dan para pelaku ini merupakan warga Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjab Timur.

Dari hasil interogasi terhadap pelaku, jaringan ini melakukan transaksi sabu secara tertutup dan hanya menjual kepada konsumen-konsumen tertentu yang sudah mereka kenal (langganan).

"Peran ketiga orang ini dalam jaringan peredaran sabu ini berbeda-beda. ER dan TD dari hasil pengakuan mereka berperan sebagai bandar. Sedangkan AL merupakan perantara,"

Para konsumen ini sendiri dari berbagai tempat, sebab ketiga pelaku ini memasarkan secara random kepada konsumen yang telah mereka kenal.

"Untuk ER dan TD akan di kenakan pasal pasal 114, Pasal 112 undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,"

"Sedangkan AL akan dikenakan pasal 114 dan 132 undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman yang sama dengan kedua pelaku lainnya," pungkasnya. (usn)

Baca juga: Ratusan Hektare Perkebunan Warga Tanjabtim Terancam Mati, Dampak Tak Normalnya Aliran Sungai Lambur

Baca juga: Lagi! Pengguna Narkotika Di Kecamatan Nipah Panjang Diringkus Satres Narkoba

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved