Breaking News:

Berita Tanjabtim

Ratusan Hektare Perkebunan Warga Tanjabtim Terancam Mati, Dampak Tak Normalnya Aliran Sungai Lambur

Ratusan hektare perkebunan warga Tanjabtim terancam mati akibat tak normalnya aliran Sungai Lambur.

Tribunjambi/Abdullah Usman
Ratusan Hektare Perkebunan Warga Tanjabtim Terancam Mati, Dampak Tak Normalnya Aliran Sungai Lambur 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Pendangkalan dan mampetnya sungai Blok B Desa Lambur I Kecamatan Sabak Timur, tidak hanya berdampak bagi kebutuhan air bersih warga saja.

Begitu vitalnya peran aliran sungai bagi para petani di Desa Lambur, ketika terjadi hujan 24 jam saja makan perkebunan pinang dan sawit mereka akan digenangi air dari ketinggian beragam dan waktu yang cukup lama.

Dampak negatif dari kondisi tersebut, banyak perkebunan warga mengalami mines, mulai dari tanaman kerdil, daun daun menguning, buah buah berguguran sebelum masanya dan titik terparah tanaman warga tersebut terancam mati.

"Penyebabnya jelas karena kondisi kebun terendam air hujan yang tidak dapat keluar mengalir ke sungai, karena sungai utama tadi tidak normal, " ujar Masikun Tokoh Masyarakat

"Kalo hanya sehari saja mungkin tidak masalah, ini bisa berminggu minggu terendam. Karena lambanya air keluar dari kebun tadi, " sambungnya.

Beberapa upaya sudah dilakukan masyarakat, mulai melakukan gotong royong membersihkan kanal arit primer setiap pekannya. Ada juga melakukan pengupahan untuk membersihkan kanal.

Namun upaya upaya tersebut tidak begitu efektif, melihat titik permasalahannya ada di dasar sungai yang sudah dangkal dan penuh dengan tanaman liar.

"Kalo masyarakat yang membersihkan itu hanya bagian atas atau pinggir saja karena keterbatasan alat. Berbeda jika menggunakan alat berat tentu jangkauannya akan lebih efektif ke dasar sungai, " jelasnya.

"Kalo pembersihan manual, satu bulan bersih satu bulan pula bagian ujung sudah tumbuh lagi, " tambahnya.

Sementara itu ketua Rt 21 Darsono, menuturkan hal yang sama, terkait usulan untuk dilakukan Normalisasi sudah bosan di lakukan. Beberapa kali terus dilakukan melalui Desa, ataupun ke Kecamatan.

"Namun sampai saat ini memang bum ada realisasinya, kami selalu di janjikan tahun depan tahun depan hingga bertahun tahun, " tuturnya.

"Keinginan warga jika memang ada bantuan untuk mengatasi pendangkalan sungai ini, lakukanlah Normalisasi pengerukan. Karena dengan pengerukan biang masalah dapat terselesaikan, " pungkasnya.

Baca juga: 12 Tahun Tak Pernah Dinormalisasi, Sungai Lambur Tanjabtim Nyaris Buntu oleh Tanaman Liar

Baca juga: Macet Panjang di Jalan Desa Siau Tanjabtim, Jalan Siau-Lambur Bisa Alternatif untuk Ditempuh

Baca juga: Terkait Jalur Rempah Nusantara, Mencuat Wacana Ekskavasi Situs Makam Siti Hawa di Desa Lambur

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved