Breaking News:

Ratusan Koperasi di Batanghari Terancam Dibekukan, Ternyata Ini Penyebabnya

Ratusan koperasi di Batanghari tidak aktif dan terancam dibubarkan pemerintah. Dinas Koperasi meminta pengurus koperasi untuk laksanakan RAT.

Penulis: A Musawira | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Musawira
Henry Jumiral selaku Plt Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Batanghari. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN-Sebanyak 113 koperasi yang berada di Kabupaten Batanghari dinyatakan tidak aktif dan akan dibubarkan. 

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Koperindag Kabupaten Batanghari dari 327 koperasi di Batanghari ternyata hanya ada 214 koperasi yang masih aktif. 

“Pada tahun ini baru 46 koperasi saja yang telah melaksanakan RAT. Masih tersisa 2 bulan lagi, tentu kita mengimbau supaya koperasi itu harus melaksanakan RAT,” kata Henry Jumiral selaku Plt Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Batanghari, Jumat (1/10/2021).

Dinas Koperindag kata dia selaku fungsi pengawasan tetap mengimbau dan mengawasi agar proses RAT tetap terlaksana dalam wilayah Kabupaten Batanghari.

“Ada delapan kecamatan dalam Kabupaten Batanghari koperasi ini cenderung tersebar dibeberapa desa terutama di daerah perkebunan misalnya Maro Sebo Ilir, Mersam dan Batin XXIV. Terakhir ada koperasi kerja sama dengan perusahaan yaitu kelompok-kelompok tani,” katanya.

Koperasi setiap bulan kata Henry wajib menyampaikan laporan aktivitas koperasi yang ada di daerah dan menyampaikan laporan-laporan triwulan berkaitan dengan keberadaan anggota, usaha koperasi dan perluasan usaha koperasi.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Batanghari Baru 49 Persen, Satgas Imbau Masyarakat untuk Vaksinasi

Baca juga: Perwira Polres Muarojambi Minta Maaf Setelah Video Wartawan Tribun Diintimidasi Viral

Baca juga: Kata Humas Polda Jambi Terkait Dugaan Intimidasi Oknum Polisi pada Wartawan Tribun Jambi

“Itu menjadi evaluasi kita disaat akhir tahun, mungkin ada bertambahnya anggota, berkurangnya anggota atau memang ada usaha-usaha baru dari aktivitas koperasi yang ada,” ujar Henry.

“Biasanya koperasi cenderung kepada simpan pinjam mungkin ada membuka Saprodik mungkin bisa membuka kerjasama dengan koperasi lainnya dalam bidang pemasaran,” tambahnya.

Henry menyampaikan kendala dalam dua tahun terakhir ini termasuk di Batanghari masih dalam suasana pandemi Covid-19 tentunya berpengaruh sekali terhadap proses RAT.

Sementara itu jika ingin melaksanakan RAT tentu mengumpulkan anggota, sementara di dalam protokol kesehatan belum boleh kumpul-kumpul terhadap anggota.

“Dua tahun terakhir ini kita cenderung melaksanakan vidcon dan itu juga secara nasional dan provinsi. Situasi seperti ini sangat berpengaruh sekali terhadap pelaksanaan di desa yang kurang signal dan lain sebagainya. Apalagi anggota yang tidak memiliki Android itu juga mempengarhui kita sehingga dua tahun terakhir banyak koperasi yang tidak melaksana RKT berkaitan tentang itu,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved