Breaking News:

Kejari Tanjabtim Geledah KPU

Temuan Uang Tunai Ratusan Juta di Brankas Bendahara KPU, Peruntukannya Masih Misterius

Berita Tanjabtim-Hal tersebut mencuat, pasalnya saat proses penggeledahan di kantor KPU, tim gabungan Kejari tidak hanya mengamankan berkas

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Nani Rachmaini
ABDULLAH USMAN/TRIBUNJAMBI.COM
Kejari Tanjabtim. Temuan Uang Tunai Ratusan Juta di Brankas Bendahara KPU, Masih Menjadi Misterius 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Terkait temuan uang tunai Rp 230 juta dalam brankas KPU, Kejari Tanjab Timur sebut ada UU yang mengatur terkait jumlah uang tunai untuk keperluan kantor.

Hal tersebut mencuat, pasalnya saat proses penggeledahan di kantor KPU, tim gabungan Kejari tidak hanya mengamankan berkas dan barang elektronik.

Namun juga segepok uang tunai yang angkanya mencapai Rp 230 juta dari brankas bendahara.

Terkait keberadaan uang tunai tersebut, kejari sebut ada aturan aturan sesuai UU berapa jumlah uang cash yang ada dalam satu kantor, (yang dapat digunakan sebagai keperluan kantor, red).

"Terkait jumlahnya memang sudah diatur maksimal tidak boleh lebih dari Rp 100 juta. Sedangkan yang kita temukan jumlahnya mencapai Rp 200 juta lebih," ujar Kajari Tanjab Timur Rahmad Surya Lubis melalui Kasi Pidsus Reynold. Kamis (30/9/21).

"Untuk kejelasan lebih lanjut terkait uang tersebut uang apa dan untuk apa, masih kita selidiki lebih lanjut," sambungnya.

Lanjutnya, untuk uang tersebut saat ini telah dititipkan ke kas daerah sampai hingga nanti sudah ada putusan pengadilan di fakta persidangan.

"Nanti akan kita tanyakan ke Bendahara KPU Kabupaten Tanjabtim terkait dengan uang Rp 230 juta tersebut," turunnya.

Selain itu saat ini tim penyidik Jaksa sedang melakukan pendalaman kasus dengan melakukan pemeriksaan terhadap berkas yang berhasil disita sebagai barang bukti.

Dalam berkas-berkas itu, ditemukan sejumlah dokumen terkait dengan perjalanan dinas fiktif, seperti SPJ dan beberapa kwitansi kosong yang ada tanda tangan, namun tidak ada rinciannya.

"Termasuk terkait temuan 50 stempel yang masih basah berhasil disita."

"Menurut KPU, bahwa stempel itu sudah ada sejak 5 tahun yang lalu. Namun penyidik masih menemukan kejanggalan," ujarnya.

Terkait proses pemeriksaan dan penggeledahan yang dilakukan secara tiba tiba, dan terkesan tanpa prosedur dan sprindik, Reynold menuturkan, bahwa penggeledahan tersebut sudah sesuai dengan Sprindik yang diterbitkan di akhir bulan Agustus 2021, sedangkan lead-nya pada bulan Juli 2021.

"Karena sudah merasa cukup bukti, jadi kita ekspos bersama-sama, dan kita tingkatkan ke tahap penyidikan," pungkasnya. (usn)

Baca juga: Sehari Pasca Penggeledahan oleh Kejari, Kantor KPU Tanjabtim Beroperasi Seperti Biasa

Baca juga: Saat Geledah Kantor KPU Tanjab Timur, Tim Kejari Kaget Temukan Uang Rp 230 juta

Baca juga: Ruang Ketua dan Sekretaris KPU Tanjabtim Disegel Kejari

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved