Berita Nasional

Oktober Nanti Naik Pesawat dan KA Boleh Tanpa Pakai Aplikasi PeduliLindungi, Tapi

Selama ini bagi penumpang pesawat maupun kereta api harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi. bulan depan penumpang boleh tak pakai aplikasi ini

Editor: Rahimin
Tribunjambi.com / M Yon Rinaldi.
Seorang penumpang pesawat melakukan scaner dokumen perjalanan udara dengan aplikasi Peduli Lindungi di Bandara Sultan Thaha Jambi. Oktober Nanti Naik Pesawat dan KA Boleh Tanpa Pakai Aplikasi PeduliLindungi, Tapi 

Oktober Nanti Naik Pesawat dan Kereta Api Boleh Tanpa Aplikasi PeduliLindungi, Tapi

TRIBUNJAMBI.COM - Bagi Masyarakat yang ingin berpergian menumpang pesawat maupun Kereta api harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Namun, kali ini pemerintah membuat kebijakan baru, boleh tanpa memakai aplikasi PeduliLindungi.

Kebijakan ini bagi masyarakat yang tidak bisa mengakses aplikasi PeduliLindungi, saat hendak melakukan perjalanan udara dan kereta api.

Kebijakan naik KA dan pesawat tanpa aplikasi PeduliLindungi ini diberlakukan mulai Oktober mendatang.

Hal itu disampaikan Chief Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji.

Namun, kebijakan tidak memakai aplikasi PeduliLindungi ini diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak mempunyai ponsel pintar dan mereka yang tidak dapat mengakses aplikasi PeduliLindungi.

Hanya nomor induk kependudukan (NIK) saat membeli tiket, mereka tetap teridentifikasi status hasil swab PCR maupun antigen dan sertifikat vaksinnya.

“Sudah kami berlakukan di bandara, misalnya di bandara itu di tiket sudah kita integrasikan. Kalau naik kereta api itu sudah tervaludasi pada saat pesan tiket, sehingga tanpa menggunakan handphone pun itu bisa diidentifikasi bahwa yang bersangkutan sudah memiliki vaksin dan ada hasil tesnya (PCR atau antigen),” katanya melalui keterangan tertulis yang dikutip Kompas.com, Senin (27/9/2021).

Sementara, untuk tempat yang tidak terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi, masyarakat dapat memeriksanya secara mandiri.

Caranya, cukup masukkan NIK pada aplikasi PeduliLindungi, dan otomatis muncul keterangan yang bersangkutan statusnya layak atau tidak masuk ke tempat tersebut.

“Di aplikasi PeduliLindungi sudah ada fitur untuk self check. Jadi sebelum berangkat orang-orang bisa menggunakan self-check terhadap dirinya sendiri,” katanya.

Setiaji bilang saat ini jumlah akses aplikasi PeduliLindungi hampir menyentuh angka 9 juta dan 48 juta kali diunduh, dengan kurang lebih 55 juta pengguna bulanan.

Integrasi dengan platform lain

Selain penggunaan NIK, Kemenkes juga melakukan koordinasi dengan platform-platform digital seperti Gojek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Tiket, Dana, Cinema XXI, Link Aja, dan aplikasi Pemerintah Jakarta (Jaki).

Nantinya, masyarakat tidak harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi, melainkan dapat mendapatkan fitur-fitur yang ada di aplikasi PeduliLindungi pada platform-platform tersebut.

“Ini launching Oktober ini. ada proses dimana kami memerlukan beberapa model untuk bisa diakses oleh setiap orang. Jadi aplikasi yang paling banyak digunakan itu kan seperti ada Gojek, Grab, Tokopedia, dan lain sebagainya. Itu bisa digunakan untuk bisa masuk ke berbagai macam fitur yang ada di PeduliLindungi,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Baca juga: Pengecualian Pengguna Aplikasi PeduliLindungi dan Sertifikat Vaksin di Kota Jambi Bagi Komorbid

Baca juga: Wali Kota Jambi Tegaskan Sertifikat Vaksin Jadi Alternatif Pengganti Aplikasi PeduliLindungi

Baca juga: Kapolda Jambi Jajal Penerapan Scan Barcode Aplikasi PeduliLindungi di Pintu Masuk Mal di Kota Jambi

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved