Breaking News:

Berita Tanjabtim

Kurangnya Mesin Hingga Kondisi Cuaca Mempengaruhi Hasil Panen Padi di Tanjabtim

Cuaca tak menentu menjadi persoalan tersendiri bagi para petani padi di Kabupaten Tanjabtim, selain berdampak buruk juga berpengaruh pada hasil panen

Tribunjambi/Abdullah Usman
Petani padi di Tanjabtim 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Cuaca tak menentu menjadi persoalan tersendiri bagi para petani padi di Kabupaten Tanjabtim, selain berdampak buruk juga berpengaruh pada hasil panen mereka.

Pantauan Tribunjambi.com di lahan pertanian lumbung padi di Blok E Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjabtim, hamparan lahan pertanian yang mencapai ratusan hektar tersebut baru saja selesai dilakukan panen pada bulan Agustus lalu.

Hanya saja, ada beberapa persoalan yang menjadi keluhan para petani di Tanjabtim ini. Satu di antaranya terkait kondisi cuaca yang terbilang tidak menentu sehingga tidak bis diprediksi.

Slamet (48) satu dari beberapa petani yang ada di Blok E Kecamatan Geragai menuturkan, padi yang baru saja dipanen mereka bulan lalu ini merupakan padi yang ditanam tahun lalu dan sudah kali kedua dilakukan pemanenan.

"Kalo untuk hasilnya masih terbilang mencukupi, meski belum maksimal karena terkendala cuaca yang tidak menentu," ujarnya, Senin (27/9/2021).

Lanjutnya, saat ini musim penghujan lebih cepat dari tahun tahun sebelumnya. Sehingga prediksi para petani juga tidak bisa dipastikan lagi sekarang.

"Seperti panen pada bulan Agustus lalu, prediksi kita itu musim kemarau ternyata malah banjir. Jadi kita harus siap panen," seksnya.

Dari luasan lahan pertanian yang dimilikinya mencapai Satu Hektar ini, pada panen lalu menghasilkan padi lebih kurang 2,5 ton atau 50 sak karung.

"Itu memang belum maksimal, kalo maksimalnya bisa mencapai 4 ton lebih," sebutnya.

Selain faktor cuaca, ketersediaan alat panen (mesin panen) yang harus ngantri juga menjadi sedikit kendala para petani. Terlebih ketika musim panen tiba sementara alat panen yang ada tidak mencukupi terpaksa harus menunggu (ngantri).

"Sebenarnya kita bisa memanen secara manual, hanya saja prosesnya lebih lama dan tidak sepraktis menggunakan mesin pemanen," jelasnya.

Terkait hama sendiri, sudah menjadi persoalan biasa bagi para petani dan sejauh ini masih bisa tertangani dan juga untuk obat atau racunnya masih bisa dicari di toko toko pertanian.

"Harapan kita ke pemerintah, agar pihak terkait bisa lebih memperhatikan petani yang ada di Geragai ini, seperti suplai pupuk dan penambahan alat panen," pungkasnya.

Untuk diketahui, saat ini para petani tengah mempersiapkan lahan mereka untuk proses penanaman padi periode tahun 2021/2022 mendatang.

Baca juga: Petani di Kota Meratap Akibat Gagal Panen, Cuaca Semakin Sulit Ditebak

Baca juga: Potensi Bawang Merah di Bungo Menjanjikan, Petani di Pelepat Bisa Raup Ratusan Juta Sekali Panen

Baca juga: Dampak Curah Hujan Tinggi Sudah Sebulan Pembudidaya Madu Akasia di Tanjabtim Tak Panen

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved