Literasi Digital, Etika Masyarakat Digital di Tengah Perkembangan Teknologi Saat Ini

Saat ini, perkembangan teknologi di era digital sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Perlu ada etika untuk hal itu

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rahimin
istimewa
Literasi Digital, Etika Masyarakat Digital di Tengah Perkembangan Teknologi Saat Ini 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Perkembangan teknologi yang semakin pesat di era digital saat ini sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat.

Untuk itu perlu adanya etika masyarakat di tengah perkembangan digital yang terjadi saat ini. 

Digital saat ini memudahkan masyarakat untuk menyampaikan perkembangan informasi secara cepat, bahkan melebihi kecepatan informasi yang di himpun oleh sejumlah wartawan yang bertugas untuk menyampaikan informasi. 

Hal inilah yang disampaikan Pemimpin Redaksi Tribun Jambi, Sulistiono yang menjadi pemateri dalam Webinar Literasi Digital dengan nara sumber lainnya yaitu Guru Besar UNS Prof Dr Widodo Muktiyo, dan Anggota DPR RI, Hasbi Anshory, Minggu (26/9/2021). 

Sulistiono menyebutkan, di era digital saat ini semua masyarakat bisa langsung menyampaikan semua informasi. Secara tidak langsung masyarakat saat ini bisa menjadi wartawan. 

"Jika kita kelola itu akan membawa berkah, digital yang sangat pesat ini bisa membawa berkah bukan petaka. Hari ini kita berubah dari tradisional ke digital. Dulu dunia informasi di dominasi dari wartawan kalo sekarang beda karen era digitalisasi dan perubahan ini harus kita kelola," katanya. 

Sulistiono menyebut, semua masyarakat dengan era digital saat ini bisa memiliki fungsi yang sama dengan wartawan atau jurnalis yaitu bisa memberikan informasi dan pesan kepada masyarakat. Namun, harus dipertanyakan pesan seperti sehingga informasi tersebut dikatakan sebagai produk jurnalis warga. 

"Kegiatan yang dikatakan sebagai jurnalisme warga yaitu kegiatan partisipatif masyarakat umum dalam menyampaikan informasi, melakukan kritik sosial, yang taat asas, taat etik, dan taat hukum," ujarnya.

"Kalau upload informasi tapi mengabaikan asas etika, asas hukum itu bukan jurnalis warga bahkan bisa disebut jadi pembuat onar. Makanya kita perlu cerdas untuk menerima informasi. Kemudian Taat asas itu bagaimana informasi yang disampaikan sesuai asas demokrasi. Kemudian bagaimana teknologi multi platform untuk betul-betul membawa keadilan," sambungnya.

Sementara, terkait dengan taat etika yang secara umum di miliki netizen harus mempertimbangkan akurasi. Penyampaian informasi kepada masyarakat harus memberikan nilai keakurasian pada sebuah informasi. 

"Jadi jangan asal umbar informasi tanpa peduli kan akurasi. Jadi di era digital saat ini bagaimana teknologi digital untuk niat yang baik harus jujur. Sehingga dengan perubahan peradaban saat ini bagaimana masyarakat harus mencermati itu," ujarnya.

Sementara, Guru Besar UNS Prof Dr Widodo Muktiyo menyebut, era digital saat ini kita berada pada ruang dan waktu yang tidak terbatas, tetapi esensi komunikasinya berjalan.

Komunikasi yang baik ini diharapkan membawa pengaruh baik dengan pemanfaatan era teknologi saat ini. 

"Ini yang ingin kami sampaikan bahwa kita memiliki payung hukum yaitu undang-undang dasar di mana kita di beri keleluasaan sehingga berhak mencari informasi. Mari kita jadi masyarakat unakan berbagai kesempatan untuk menunjukan jadi manusia yang berkualitas. Sehingga diharapkan kita menjadi pahlawan digitalisasi," katanya.

Sedangkan Hasbi Anshory bilang, saat ini sejumlah berita bohong atau hoax sudah menjadi bagian dalam informasi yang ada saat ini.

Sehingga diharapkan masyarakat sebagai pengendali digitalisasi untuk dapat memanfaatkan digitalisasi dengan baik. 

"Digitalisasi ini memudahkan kita untuk mendapatkan informasi tapi perlu kita ingat bahwa kita yang mengendalikan digital tersebut. Hoax itu tidak akan hilang tapi kita yang perlu cerdas untuk menerima informasi tersebut," ujarnya.

Baca juga: Ikuti Anjuran Pemerintah Segera Beralih ke TV Digital, Berikut Caranya

Baca juga: Detty Herawati Penulis yang Membumikan Literasi dengan Mendongeng

Baca juga: IKM Jambi Dituntut Melek Digital Marketing di Tengah Pandemi

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved