Militer Indonesia

Hanya 3 Menit Kopassus Lumpuhkan Pembajak Pesawat Garuda di Thailand

Berikut aksi Kopassus dalam Operasi Woyla menaklukan pembajak pesawat DC-9 Garuda Indonesia di Bangkok Thailand

Editor: Heri Prihartono
KOMPAS/Chrys Kelana/kompas.id
Keberhasilan Operasi Woyla oleh Kopassus pada 1981 di Bangkok Thailand 

TRIBUNJAMBI.COM -  Prajurit Kopassandha atau Komando Pasukan Khusus (Kopassus) sukses melumpuhkan pembajak pesawat yang menyandera pesawat DC-9 Garuda Indonesia 31 Maret 1981 lalu.

Aksi  Kopassus melumpuhkan pembajak pesawat ini melalui operasi Woyla hanya butuh waktu 3 menit.

Cerita heroik ini  berawal pada 28 Maret 1981, pesawat DC-9 Garuda Indonesia dengan 48 penumpang dibajak 5 orang teroris.

Garuda tersebut dibajak ketika dalam penerbangan dari Bandara Kemayoran menuju Bandara Polonia Medan.

Kemudian pesawat itu mendarat di Bandara Don Muang, Bangkok, Thailand sehingga militer Indonesia bisa lebih leluasa melaksanakan operasi pembebasan sandera dengan cara mengirimkan pasukan khusus.

Tanggung jawab dalam mengirimkan pasukan khusus itu diberikan kepada Letkol Sintong Panjaitan yang saat itu  menjabat sebagai Asisten 2/Operasi Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassanda/Kopassus).

 Sintong Pandjaitan selaku komandan pembebasan sandera menyebut jika ada pembajak yang coba melarikan diri.

" Sebetulnya bisa 2 menit selesai. Karena hanya 3 mati di belakang dan 1 yang sudah kena.

Dan mungkin yang lari itu pengecut. Seperti saya katakan pada anak buah saya waktu itu tembak di kepala karena saya anggap itu (pembajak) pemberani.

Gak mungkin kepalanya nunduk untuk melindungi dirinya. Dia bagaimana untuk melawan.
Ternyata mereka gak semua terlatih." cerita Sintong dalam akun Puspen TNI.

Sintong Panjaitan bergerak bersama  tiga orang perwira menengah yang nantinya memimpin operasi di lapangan yakni, Mayor Sunarto, Mayor Isnoor, dan Mayor Subagyo HS.

Kasus pembajakan DC-9 Woyla sudah diberitakan secara internasional.

Hal itu membuat Bandara Dong Muang sudah dipenuhi aparat keamanan Thailand dan wartawan dari berbagai media massa.

Televisi nasional Thailand  langsung  menyiarkan perkembangan penyanderaan secara langsung dan kamera televisi terus mengarah ke pesawat DC-9 Woyla yang dijaga ketat tentara Thailand dengan formasi melingkar.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved