Breaking News:

Berita Tanjabtim

DPMPTSP Tanjabtim Sudah Terbitkan 50 NIB Sejak Sistem OSS Diberlakukan

Sejak pemberlakuan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS), DPMPTSP Tanjabtim sudah terbitkan 50 nomor izin berusaha (NIB).

Tribunjambi/Abdullah Usman
Salah satu usaha sarang burung walet yang berada di Kecamatan Geragai Tanjabtim. 

TRIBUNJMABI.COM, MUARASABAK - Sejak pemberlakuan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS), DPMPTSP Tanjabtim sudah terbitkan 50 nomor izin berusaha (NIB).

Kepala DPMPTSP Tanjabtim Muhamad Edward melalui Kabid Pelayanan, Livia Zulfina mengatakan, semenjak diresmikan pada Agustus lalu pihaknya masih menggunakan OSS versi 1.1.

Sedangkan sekarang sudah menggunakan OSS Risk Based Approach (RBA) atau Pendekatan Berbasis Risiko.

Lanjutnya, peluncuran dilakukan pada 2 Agustus lalu, tapi sistem pada waktu itu belum stabil, jadi di September ini yang baru ada pendampingan, pendaftaran di OSS RBA.

"Sampai dengan sekarang sudah ada 50 an yang sudah diterbitkan NIB-nya," ujarnya.

Dari jumlah NIB yang telah diterbitkan, yang paling banyak mendaftar adalah usaha-usaha yang memiliki risiko rendah, seperti toko manisan, pedagang pakaian, pedagang mainan dan lain-lainnya usaha yang sifatnya risiko rendah, cukup dengan memiliki NIB.

"Bagi mereka yang ingin mendaftar harus memiliki email untuk menotifkasi data yang dikirim OSS ke email, kemudian memasukan user dan password. Jadi karena OSS ini baru, kita fokus bagi pelaku-pelaku usaha mikro," jelasnya.

Terkait dengan pengurusan OSS risiko tinggi, selain harus ada NIB, pelaku usahanya harus ada sertifikat juga harus memiliki izin tergantung regulasi yang mengatur tentang usahanya bergerak di sektor apa.

"Jadi terkait perbedaan usaha risiko rendah dengan tinggi tergantung dari usaha apa yang dijalani," terangnya.

Terkait dengan izin di bidang kesehatan, saat ini kebanyakan yang mengurus soal izin profesi, lebih kepada ke tenaganya. Sedangkan OSS ini lebih kepada izin usahanya. Untuk profesi yang sudah ada izin lebih dari 100.

Baca juga: Realisasi Pajak Walet Masih Rendah, Pemda Tanjung Jabung Timur Siap Jemput Bola

Baca juga: Bangunan Sarang Walet di Kabupaten Tebo Mulai Banyak & Belum Masuk PAD, Begini Kata Bupati Sukandar

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved