Breaking News:

Tribun Wiki

Mengenal Batik Khas Batanghari, Pengrajin Usung Motif Kearifan Lokal dan Sejarah Jadi Khas Daerah

Motif Batik di Batanghari mengusung sejarah dan segala hal yang berkaitan dengan Kabupaten Batanghari.

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Musawira
Motif Batik di Batanghari mengusung sejarah dan segala hal yang berkaitan dengan Kabupaten Batanghari. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Batik menjadi produk unggulan yang mencerminkan ciri khas daerah. Kain batik umumnya memiliki motif-motif khas yang menyimpan makna tersendiri.

Kain yang dilukis menggunakan canting dan lilin ini telah menjadi warisan budaya Indonesia. Pada 2 Oktober 2009, UNESCO bahkan telah menetapkan batik sebagai warisan dunia yang harus dilestarikan.

Motif Batik di Batanghari mengusung sejarah dan segala hal yang berkaitan dengan Kabupaten Batanghari.

Berbagai jenis tumbuhan dan satwa yang banyak ditemui di wilayah Batanghari juga diangkat ke dalam desain batik.

Motif batik khas Batanghari semuanya berjumlah sembilan, namun yang sudah HAKI ada enam motif batik sejak 15 tahun lalu.

Kalau untuk kearifan lokalnya banyak disadap seperti motif rotan, motif daun karet, perahu pencaleng, daun sawit dan motif burung punai.

"Saya yakin dahulu sejak batik ini ada sudah digemari masyarakat. Kadang kala kurangnya sosialisasi dan promosi berkaitan batik yang terkesan dipakai oleh orang tua dan pegawai, maka anak muda khusunya milenial kurang tertarik. Dengan adanya inovasi dan kreativitas, kini milenial mulai melirik," kata Zulva Fadhil selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Batanghari, Sabtu /2021).

Sejauh ini, di Batanghari pengrajin batik yang dikenal adalah Maryana. Di butiknya sudah tersedia berbagai motif batik khas Batanghari.

Ke depan Pemkab Batanghari akan menyediakan workshop dan galeri sendiri berisikan batik yang dihasilkan dari para anak muda yang memiliki minat dan bakat.

Baca juga: Motif Batik Khas Batanghari Akan Muncul, Zulva Fadhil: ASN Harus Pakai Batik Ini

“Disampaikan Sekretaris Daerah, pemerintah daerah akan membangun gedung untuk pusat oleh-oleh produk lokal dari pelaku UMKM dan itu tak hanya batik saja yang dipasarkan di sana melainkan juga kuliner dan makanan khas,”

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved