Breaking News:

Berita Bungo

Polisi Tangkap Penambang di Lokasi Lubang Jarum PETI, Satu Orang Tersangka

PETI Bungo -Tim Polres Bungo mengamankan warga yang sedang melakukan proses pengambilan emas dengan air raksa di lokasi lubang jarum PETI.

Penulis: Muzakkir | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
Ilustrasi lubang jarum PETI 

TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO - Tim Polres Bungo mengamankan warga yang sedang melakukan proses pengambilan emas dengan air raksa di lokasi lubang jarum Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).  

Ada tiga orang yang dibawa ke Polres Bungo. Satu orang tersangka, dan dua orang lainnya merupakan saksi. Satu orang yang menjadi tersangka, Ichsan (22).

Kapolres Bungo AKBP Guntur Saputro melalui Kasat Reskrim AKP Septa Badoyo ketika dikonfirmasi membenarkan hal itu.

Dalam kasus ini, yang ditetapkan sebagai tersangka hanya satu orang. Dia merupakan mahasiswa di sebuah perguruan tinggi.

"Satu orang ditetapkan sebagai tersangka," kata Septa, Kamis (23/9/2021).

Menurutnya, awalnya pelaku memang bekerja dengan dua orang rekannya.

Dua rekannya itu berhasil melarikan diri ke dalam hutan.

Sementara itu, dua orang yang dijadikan saksi tersebut merupakan warga Rantau Pandan dan Senamat Ulu yang berencana cari pekerjaan.

Namun, kala itu keduanya belum bekerja. Petugas kepolisian yang datang ke lokasi lantas membawanya sebagai saksi.

"Dua orang berstatus saksi. Yang satu ketemu di jalan arah ke sana, yang satu lagi baru sampai di lokasi. Mereka sama-sama baru mencari kerja," lanjutnya.

Untuk diketahui, penambang ilegal menggunakan peralatan berupa hammer, blower, mesin diesel, untuk mengambil batu dan dikumpulkan ke dalam karung.

Setelah terkumpul selanjutnya batu di dalam karung tersebut diolah dengan alat palu dan karet guna dihancurkan.

Setelah batu yang diangkat dari dasar lobang itu hancur, batuan tersebut dimasukkan ke dalam gelondong dan dicampur dengan raksa atau merkuri.

Setelah gelondongan tersebut diputar dengan mesin penggerak jenis diesel selama sekitar dua jam, batu yang digiling tersebut menjadi lumpur, kemudian lumpur tersebut didulang untuk memisahkan lumpur dengan air raksa.

Setelah lumpur dibuang, tersisa raksa yang sudah mengikat emas, dan selanjutnya raksa tersebut diperas dengan menggunakan kain untuk mengambil emasnya, selanjutnya emas yg berbentuk pentolan tersebut ditimbang dan dijual oleh pelaku. (tribunjambi.com)

Baca juga: Mampukah PETI di Merangin Diberantas? Mashuri Beri Kades Waktu 15 Hari Mendata di Wilayahnya

Baca juga: Minta Aktivitas PETI di Bungo Dihentikan, Puluhan Warga Datangi Kantor DPRD

Baca juga: Dua Bulan Jadi DPO Kasus PETI di Merangin, ZF Hilang Bak Ditelan Bumi

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved