Sampah Masker Ancam Kesehatan Para Pemulung di TPA Kediri

Pandemi corona mengharuskan setiap orang untuk mengenakan masker. Namun hal itu kini menimbulkan permasalahan baru.

Sora Shimazaki/Pexels
Ilustrasi pakai masker 

TRIBUNJAMBI.COM, KEDIRI-Sejak pandemi Covid-19, sampah masker jadi masalah baru.

Selama pandemi corona, setiap orang diharuskan untuk mengenakan masker.

Namun hal itu menimbulkan permasalahan baru yakni meningkatnya jumlah sampah masker yang dibuang warga.

Kondisi itulah yang terjadi di TPA Klotok Kota Kediri saat ini.

Sejak awal pandemi lalu jumlah sampah masker terus meningkat dan mengancam kesehatan puluhan pemulung yang mencari nafkah di tempat tersebut.

Tidak hanya masker, namun sampah botol infus juga sering ditemukan oleh para pemulung. Tidak adanya edukasi yang diberikan membuat para pemulung memilih menghindari sampah masker tersebut.

Kini para pemulung harus ekstra wasapada dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Meski begitu beberapa pemulung masih terlihat acuh dan kurang peduli dengan penggunaan masker.

Para pemulung berharap Pemerintah Kota Kediri dapat memberikan edukasi kepada masyarakat, agar memilah antara sampah masker dan sampah pada umumnya.

Sehingga resiko penularan Covid-19 pada para pemulung akibat limbah medis itu dapat dicegah.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19, Anak Berkebutuhan Khusus Tak Luput dari Perhatian Pemerintah

Baca juga: Emas di Blok Wabu Papua Bernilai Rp 221,7 Triliun, Luhut dan Haris Azhar Ribut Karena Ini

Baca juga: China Tak Mau Lagi Danai PLTU Batubara, Nasib Indonesia Mendadak Jadi Sorotan

Berita ini telah tayang di Kompas.TV

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved