Breaking News:

Harga Emas

Tiga Hari Berturut Harga Emas Naik, Tertahan Penguatan Nilai Tukar US Dollar

Harga emas pada awal perdagangan, Selasa (21/9) menguat lagi seperti dua hari sebelumnya. Selasa pagi pukul 07.13 WIB, harga

Editor: Fifi Suryani
Capture Market Watch
Ilustrasi Emas Batangan 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Harga emas pada awal perdagangan, Selasa (21/9) menguat lagi seperti dua hari sebelumnya. Selasa pagi pukul 07.13 WIB, harga emas spot menguat 0,05% ke US$ 1.765,09 per ons troi.

Ini merupakan kenaikan harga emas dalam tiga hari berturut-turut sejak Jumat (17/9) pekan lalu. Tapi, dalam sepekan emas masih tercatat turun 2,18% dari US$ 1.804,51 per ons troi pada Selasa (14/9).

Sedangkan harga emas kontrak Desember 2021 di Commodity Exchange pagi ini berada di US$ 1.765,40 per ons troi. Harga emas berjangka ini menguat 0,09% dari penutupan perdagangan kemarin dan turun 2,31% dalam sepekan.

Harga emas menguat turut terangkat kekhawatiran solvabilitas kelompok properti China Evergrande yang memicu pelarian ke aset safe-haven. Tapi, kenaikan harga emas tertahan oleh penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve AS yang akan berlangsung hari ini dan esok.

Investor berburu obligasi negara AS karena kekhawatiran potensi default oleh Evergrande. Alhasil, imbal hasil US Treasury turun dan mengangkat harga emas.

"Orang-orang bereaksi terhadap apa yang terjadi di China tetapi pertemuan Fed minggu ini juga penting. Apapun yang menunjukkan sinyal tapering lebih dini berarti koreksi yang cukup signifikan pada harga emas," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities kepada Reuters.

Federal Open Market Committee (FOMC) akan berlangsung 21-22 September. Oleh karena itu, hasil rapat FOMC akan ditunggu hingga esok.

Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang yang kemungkinan dihasilkan dari stimulus yang meluas. Oleh karena itu, langkah hawkish oleh The Fed akan mengurangi daya tarik emas.

Semalam, Wall Street pun tumbang karena investor mengkhawatirkan risiko limpahan ekonomi global dari masalah Evergrande.

"Tidak diragukan lagi ketakutan akan risiko sistemik itu mungkin akan masuk ke pasar," kata konsultan independen Robin Bhar.

Dia menambahkan bahwa biasanya ada aliran dana ke dolar, emas, yen ketika investor khawatir.

Meski sama-sama menguat, kenaikan harga emas tertahan indeks dolar mencapai level tertinggi hampir satu bulan.

Berita ini sudah tayang di laman Kontan.co.id dengan judul: Naik tiga hari beruntun, harga emas masih turun lebih dari 2% sepekan

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved