Breaking News:

Berita Sarolangun

Seorang Anggota DPRD Sarolangun Jamin Diri untuk Tersangka, Dame Ungkap Kekerabatan Keduanya

Berita Jambi-Murtati yang mengaku menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang diduga dilakukan oleh suaminya

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Nani Rachmaini
SAMSUL BAHRI/TRIBUNJAMBI.COM
Murtati (jilbab hitam) didampingi oleh pengacara saat konferensi pers 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Murtati yang mengaku menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang diduga dilakukan oleh suaminya mendapat pendampingan dari Beranda Perempuan dan seorang pengacara. Dame Sibarani, menjadi kuasa hukum dalam pendampingan perkara tersebut.

Dame menyebut bahwa proses hukum yang kini tengah berjalan menuai sejumlah tanda tanya.

Terlebih dalam perkara ini melibatkan seorang Anggota DPRD Kabupaten Sarolangun yang menjadi jaminan untuk penangguhan penahanan Tersangka.

"Saya berharap Dewan bersikap netral karena keduanya suami istri. Dalam jaminan ini juga saya perlu klarifikasi bahwa hubungan dewan itu ada bahwa Istri anggota dewan tersebut sepupuan dengan terdakwa. Setau saya yang menjadi jaminan ini hubungan dekat ya kakak atau adik, kalo ini hubungan jauh,"ungkapnya.

Dame menyebut bahwa dirinya juga telah menyurati Komisi Yudisial dan Ombudsman agar memantau persidangan perkara ini bersih dan jauh dari praktek-praktek yang salah.

Di sisi lain, Dame juga meminta kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sarolangun untuk Pro aktif membela Murtati yang jelas sebagai korban dan bukan tersangka.

"Kami minta kejaksaan untuk melakukan penuntutan sesuai dengan dakwaan pasal 279 KUHPidana dan 44 ayat 1 undang-undang KDRT. Hakim kami harap memberikan putusan seadil-adilnya,"pungkasnya.

Di sisi lain, Murtati juga menapik bahwa dirinya melakukan pencurian di toko. Menurutnya toko tersebut adalah usaha bersama yang di lakukan bersama dengan tersangka. Sementara saat ini pihaknya secara hukum masih berstatus suami istri.

"Saya bekerja di toko itu sudah 20 tahun, penghasilan toko itu masuk rekening dia. Tapi saya dibilang dari 2014 mengelapkan uang miliaran. Itu saya minta bukti, mana buktinya," tegasnya.

Sementara itu, terkait dengan statmen yang dikeluarkan oleh suaminya yang menyebut bahwa dirinya mengosongkan seluruh barang toko dan mengusir karyawan.

Murtati menyebut bahwa hal tersebut adalah fitnah besar.

"Saya bukan mengosongkan barang, tapi saya mendapat telpon dari sales bahwa pembayaran sudah macet."

"Itu sales hubungi saya, karena mereka taunya saya yang mengelolah. Jadi yang saya ambil itu hanya catatan buku hutang sama laptop," sebutnya.

"Di perkara ini saya hanya minta keadilan, saya ingin tenang dan nyaman bersama anak-anak saya," pungkasnya.

Baca juga: Rusun ASN Sarolangun Selesai Dibangun, Harga Ditaksir Lebih Murah dari Kos di Luar

Baca juga: Cerita Murtati Terima KDRT Hingga Dimadu oleh Suami yang Kini Menuntut Keadilan

Baca juga: Belum 24 Jam Status Tahanan Terdakwa KDRT di Sarolangun Berubah, Kuasa Hukum Korban Bingung

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved