Breaking News:

Gegara Kipas Angin, Warga Sidoarjo Rugi Rp 1 Miliar Setelah Ular Piton Koleksinya Ini Mati Terbakar

Seorang kolektor reptil di Sidoarjo bernama Satria Puji Wijayanto rugi Rp 1 miliar setelah 80 ekor piton miliknya mati terpanggang.

pixabay.com
Ilustrasi, ular Piton. 

TRIBUNJAMBI.COM, SIDOARJO- Seorang kolektor reptil di Sidoarjo bernama Satria Puji Wijayanto rugi Rp 1 miliar akibat ular piton koleksinya mati terpanggang.

Total ada 80 ekor piton miliknya mati terpanggang, saat rumahnya yang juga tempat menyimpan reptil kesayangannya itu terbakar.

Diketahui, rumah Satria yang berada di Jalan Taman Indah VI, Kelurahan Sepanjang, Kecamatan Taman Kabupaten, Sidoarjo, Jawa Timur, terbakar Selasa (21/9/2021) dini hari.

Menurutnya, ada sekitar 80 ekor ular piton koleksinya mati terpanggang dalam peristiwa itu.

Puluhan reptil tersebut dikoleksinya sejak 6 tahun lalu.

Akibat peristiwa nahas itu, Satria mengalami kerugian hingga lebih dari Rp1 milliar.

"Kalau kerugian, hitungan saya lebih dari Rp 1 milliar," katanya dilansir dari Kompas.com.

Satria mengatakan, 80 ekor ular yang mati terpanggang saat kebakaran di rumahnya adalah jenis ball python dan born snake.

Dia meletakkan sebagian besar koleksi ularnya di lantai dasar, sebagian lagi ada di lantai 1. "Yang bisa diselamatkan hanya 4 ekor," terangnya.

Ular piton yang kencanduan methamphetamine, menjalani rehabilitasi di pusat perawatan hewan liar yang berada di LP John Morony Correctional Complex.
Ular piton yang kencanduan methamphetamine, menjalani rehabilitasi di pusat perawatan hewan liar yang berada di LP John Morony Correctional Complex. ((CSNSW VIA AUSTRALIA PLUS ABC))

"Syukur saya masih bisa menyelamatkan anak dan istri saya," imbuh Satria.

Setelah puluhan koleksi ularnya mati terpanggang, Satria mengaku masih bersemangat untuk mengoleksi ular.

"Harus tetap semangat," katanya.

Berdasarkan keterangan awal dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya, penyebab kebakaran di rumahnya berasal dari hubungan arus pendek arus listrik dari kipas angin di lantai bawah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved