Breaking News:

Berita Tanjabtim

Dampak Curah Hujan Tinggi Sudah Sebulan Pembudidaya Madu Akasia di Tanjabtim Tak Panen

Cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi berdampak pada hasil panen Madu Akasia di Kecamatan Geragai Tanjabtim.

ist
Pembudidaya Madu Akasia di Tanjabtim 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi berdampak pada hasil panen Madu Akasia di Kecamatan Geragai, Tanjabtim.

Para pembudidaya madu lebah dengan nama kerennya Madu Karfa atau yang lebih familiar lagi di kalangan masyarakat dengan sebutan Madu Akasia. Sejak satu bulan terakhir ini sedikit lesu.

Pasalnya, sudah nyaris Dua bulan ara pembudidaya tidak dapat memanen madu madu mereka. Meskipun ada hasilnya tidak maksimal, karena pengaruh curah hujan tinggi yang terjadi saat ini.

"Kalo diitung itung sudah Satu bulan setengah kito dak biso panen. Karena memang madunya tidak ada, karena lebah tidak keluar sarang saat musim penghujan," ujar Dedy pengurus budaya Madu Akasia, Selasa (21/9/2021).

Selain persoalan curah hujan tinggi, yang menjadi faktor tidak maksimalnya hasil madu. Juga kondisi tanaman akasia yang sudah tergolong tua sehingga jarang berkembang dan kurangnya saripati madu sehingga berdampak pada sumber makanan para lebah itu sendiri.

"Sekarang ini pohon akasia yang ada sudah siap panen sudah tua, sementara pohon yang baik atau yang disukai madu itu pada pohon muda kisaran umur Dua tahunan yang kaya akan saripati, " jelasnya.

Dikatakannya pula, beberapa hari terakhir ini cuaca di Kabupaten Tanjabtim terbilang panas. Kondisi tersebut terbilang baik bagi perkembangan lebah sehingga mereka dapat terbang dan mencari saripati bunga.

Terlihat dari kotak kotak yang ada saat ini, beberapa diantaranya mulai terisi madu kembali. Jika kondisi panas ini berlanjut hingga seminggu kedepan tentunya akan berdampak baik bagi produksi madu lebah.

Dikatakannya pula, dengan kondisi seperti saat ini ketika ada pesanan atau kebutuhan madu, dirinya mengandalkan cabang yang tersebar di Delapan titik. Dengan adanya suplai madu dari beberapa cabang tadi alhamdulillah permintaan bisa terpenuhi.

Baca juga: Nikmatnya Madu Trigona di Pulau Tengah Kerinci

Baca juga: Obat Herbal Alami Mengobati Batuk dengan Air Rebusan Jahe, Bisa Tambahkan Madu Atau Lemon

Baca juga: Budidaya Madu Lebah, Warga Maro Sebo, Muarojambi Butuh Suntikan Modal

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved