Breaking News:

Tiga Bulan Pertama Covid-19 Menghantam Jambi Lebih dari 10 Ribu Pekerja Dirumahkan

Berita Jambi-Disnakertrans Provinsi Jambi mencatat peningkatan PHK di Provinsi Jambi sempat terjadi di awal pandemi Covid-19

Penulis: Monang Widyoko | Editor: Nani Rachmaini
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jambi mencatat peningkatan PHK di Provinsi Jambi sempat terjadi di awal pandemi Covid-19 pada 2020 lalu.

Kepala Dinakertrans Provinsi Jambi, Bahari mengungkapkan, pada tiga bulan awal pandemi, yakni Mei, Juni, dan Juli, banyak laporan perselisihan antara perusahaan dan pekerja.

Kemudian, pekerja yang dirumahkan pun turut menjadi polemik pada saat itu.

Terutama pemicunya adalah perusahaan sudah berkurang dalam sisi pendapatannya.

"Mei itu (2020) ada 4.582 pekerja yang dirumahkan dari 128 perusahaan di Provinsi Jambi. Kemudian pada Juni ada 4.582 pekerja yang dirumahkan dari 130 perusahaan, dan Juli 1.188 pekerja dari 71 perusahaan," ungkapnya, Senin (20/9/2021).

Ia kemudian menyebutkan, dari jumlah pegawai yang dirumahkan tadi, Bahari menyebutkan pada akhir tahun 2020 mencatat terdapat 490 pekerja yang berakhir PHK.

"Jadi dirumahkan itu bukan berarti PHK. Melainkan mereka sementara diberhentikan."

"Sembari berkomunikasi dan berdialog (perusahaan dan pekerja) sampai menemukan titik kesepakatan."

"Kemudian dari jumlah 4 ribuan tadi yang berakhir PHK sebanyak 490 pekerja (pada 2020)," paparnya.

Ia mengklaim, data tersebut merupakan data yang tercatat di kabupaten/kota.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved