Breaking News:

Kabar Sejumlah Proyek Bernilai Miliaran di Kerinci Dibatalkan, Ini Kata Kadis PUPR Kerinci 

Beredarnya isu sejumlah Proyek di Dinas pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kerinci dibatalkan.

Penulis: Herupitra | Editor: Teguh Suprayitno
Istimewa
Ilutrasi pembangunan infrastruktur teknologi informasi (TI) 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra 

TRIBUNJAMBI.COM,KERINCI - Beredarnya isu ada pembatalan sejumlah Proyek di Dinas pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kerinci. Namun isu tersebut dibatah langsung oleh kepala Dinas PUPR Kerinci, Maya Novefri. 

Kadis PUPR Kerinci, Maya Novefri menjelaskan, bahwa isu adanya pembatalan proyek tidak benar. Seperti yang berkembang tentang jembatan Tanjung Pauh, sampai saat ini tidak ada pembatalan atau pun dihapus.

"Tidak ada pembatalan. Tidak mudah membatalkan proyek, kan itu sudah dibahas dalam pembentukan APBD 2021," ungkapnya usai mengikuti hearing dengan dewan kemarin.

Maya menambahkan, untuk Jembatan Tanjung Pauh, saat ini anggaran yang tersedia sekitar Rp 1 Milliar. Dana tersebut untuk jembatan beton, namun anggaran tidak cukup.

"Bentang jembatan 63 meter dan lebar 4 meter. Kesanggupan dana Rp 1 Milliar saat ini, baru sebatas pengadaan tiang pancang," ungkapnya.

Kelanjutannya kata dia, meminta kepastian dari Dewan, siap atau tidak menganggar kembali di tahun 2022 mendatang. Jika siap, dipastikan proyek tersebut akan tuntas.

"Anggaran yang dibutuhkan untuk proyek jembatan tersebut Rp 4 Milliar, dan butuh penambahan anggaran Rp 3 Milliar lagi," terang dia.

Baca juga: Pangdam II Sriwijaya Kunjungi Kodim 0417/Kerinci, Bahas Hal Penting Ini

Baca juga: H Bakri Ajak Masyarakat All Out Dukung Pemerintahan Al Haris, Singgung Bandara Kerinci dan Jembatan

Sebelumnya kata dia, untuk jembatan Tanjung Pauh, juga pernah diusul jembatan gantung dengan lebar 3 meter dan bisa dilalui mobil pickup. Namun, aspirasi masyarakat menginginkan jembatan beton.

"Kalau jembatan gantung butuh anggaran Rp 2 Milliar. Tahun 2020 kemarin pun, juga sudah ada dianggarkan Rp 1,5 Milliar, tapi tidak ada rekanan yang sanggup atau memasukkan penawaran," terangnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved