Breaking News:

Berita Sarolangun

Kuasa Hukum Suhaili yang Tersandung Kasus KDRT Beri Tanggapan Tudingan Istri Kliennya

Berita Sarolangun-Terlapor Murtati itu, juga pernah melayangkan gugatan cerai di Pengadilan Agama Sarolangun terhadap terdakwa.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI/RIFANI HALIM
Kuasa hukum Suhaili kasus KDRT beri tanggapan 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Terdakwa perkara Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) mengaku berulang kali dituding istri melakukan aksi kekerasan, yakni Suhaili.

Melalui kuasa hukum Erik Abdullah mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan bukti untuk mempertegas praduga tidak bersalah terdakwa di persidangan.

"Tuduhan terhadap Suhaili Hamid oleh Murtati istri Suhaili melakukan KDRT bukan kali ini saja," Katanya, Sabtu (18/9/2021).

Lanjutnya, terlapor Murtati itu, juga pernah melayangkan gugatan cerai di Pengadilan Agama Sarolangun terhadap terdakwa.

Dalam poin gugatan itu disampaikan, tudingan bahwasanya terdakwa ini melakukan kekerasan fisik atau KDRT terhadap terlapor tersebut.

"Di tingkat pengadilan agama gugatan cerainya ditolak dan tuduhan dia terhadap Suhaili Hamid melakukan KDRT tidak terbukti," katanya.

Seiring berjalannya waktu, seusai putusan hakim pengadilan. Pelapor bukannya memenuhi janji namun kembali menggugat dan menuding lagi terlapor.

"Janji jika gugatan ditolak saat itu dia akan patuh dan mengembalikan modal dagangan. Inilah mulai tuduhan KDRT pada Suhaili," katanya lagi.

Menurut dia, terlapor itu melayangkan gugatan atas dasar KDRT yang dilakukan dikawasan rumah kakak si pelapor setelah gugatan sebelumnya ditolak.

"Padahal Suhaili datang kerumah kakak Murtati untuk menanyakan perihal janji setelah ditolaknya gugatan cerai," jelasnya.

Selain itu, terhadap tuduhan yang dilayangkan itu pihaknya legowo membiarkan pembuktian nanti dipersidangan.

"Kami hanya tidak ingin pihak pengacara dan dia (Murtati_red) menggiring opini dan terus menginterpensi hukum agar Suhaili dipenjara," ungkapnya.

Sementara itu, pihaknya juga menyangkan sikap yang dilakukan oleh pihak terlapor atas tindakan semena-mena yang dilakukan di aset bersama milik terdakwa dengan terlapor.

"Menggembok rumah dan toko, mengusir anak buah di toko dan mengambil pembukuan toko, kunci dan uang," pungkasnya.

Untuk diketahui, laporan dugaan kasus KDRT itu tengah mengunggu hasil putusan persidangan di Pengadilan Negeri Sarolangun.

Baca juga: Kebakaran Lahan di Sarolangun, 1,2 Hektar Lahan Warga Ludes Dilalap Api

Baca juga: Satu Toko di Pasar Atas Sarolangun Terbakar  Dua Armada Damkar Dikerahkan Padamkan Api

Baca juga: Soroti Pernikahan Dini Kerap Terjadi di Sarolangun, Ketua PKK Rosita Endra Ingatkan Bahayanya

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved