Breaking News:

Berita Tebo

Sosialisasi Bahaya Radikalisme dan Terorisme, Kesbangpol Jambi Kumpulkan Puluhan Pemuda Tebo

Puluhan pelajar, mahasiswa dan organisasi kepemudaan di Tebo dikumpulkan oleh Kesbangpol Provinsi Jambi dalam rangka sosialisasi bahaya radikalisme.

Penulis: Muzakkir | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
Sosialisasi bahaya radikalisme dan terorisme di Tebo. 

TRIBUNJAMBI.COM, TEBO - Puluhan pelajar, mahasiswa dan organisasi kepemudaan di Kabupaten Tebo dikumpulkan oleh Kesbangpol Provinsi Jambi. Mereka dikumpulkan di sebuah gedung di Kabupaten Tebo, Kamis (16/9/2021).

Kepala Kesbangpol Provinsi Jambi H Mukhti diwakili Plt Kabid Penanganan Konflik, Fiet Haryadi menyebut jika pengumpulan anak muda ini dalam rangka sosialisasi bahaya radikalisme dan terorisme. Selain itu juga antisipasi berita hoaxs di media sosial.

Fiet Haryadi mengatakan tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk optimalisasi peran tim terpadu penanganan konflik sosial dan peran serta masyarakat dalam implementasi peraturan pemerintah no 2 tahun 2012 tentang penanganan konflik sosial khususnya pencegahan bahaya radikalisme dan terorisme serta penanganan pemulihan pasca konflik.

Selain itu kegiatan ini juga diharapkan meningkatkan koordinasi serta sinergisitas antar unsur pemda, pelajar, mahasiswa dalam menyikapi ancaman bahaya radikalisme dan terorisme di tengah-tengah masyarakat.

"Ini juga untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi peserta dapam upaya meningkatkan kewaspadaan dan keterpaduan dalam pencegahan dan penanggulangan bahaya radikalisme dan terorisme," kata Fiet.

Radikalisme dan teroris sangat berbahaya sekali. Bisa membuat stabilitas dan kedamaian suatu negara dapat terancam.

Radikalisme identik dengan fantisme terhadap suatu hal yang dapat dikatakan terlalu berlebihan, sehingga ada sesuatu yang dianggap paling benar oleh beberapa kelompok tertentu tanpa memandang hal tersebut dari sudut pandang yang lain.

Sementara terorisme merupakan serangan-serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat. Berbeda dengan perang, aksi terorisme tidak tunduk pada tatacara peperangan seperti waktu pelaksanaan yang selalu tiba-tiba dan target korban jiwa yang acak serta sering kali merupakan warga sipil.

"Intinya sosialisasi ini pemahaman tentang kategori berita hoax,mengajak para peserta agar tidak mudah terprovokasi oleh berita hoax dan mampu turut serta beeperan mencegah berita hoax yang beredar di Medsos," ungkap Fiet.

Kegiatan tersebut juga diisi oleh Narasumber Kol (Inf) Edi Wijayanto (Kabag Dukops Binda Jambi).

Baca juga: Kesbangpol Provinsi Jambi Konsen Lakukan Pencegahan Faham Radikalisme di Masyarakat

Baca juga: Kesbangpol Jambi Gelar Sosialisasi Antisipasi Bahaya Radikalisme Terorisme

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved