Breaking News:

Berita Merangin

JMS Beri Penyuluhan ke SMPN 2 Merangin, Pelajar Mengenal Kejaksaan Hingga Kejahatan di Sekolah

Berita Merangin-Para siswa-siswi mendapat penyuluhan hukum dari program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dengan tema 'Kenali Hukum Jauhi Hukuman'

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Nani Rachmaini
DARWIN SIJABAT/TRIBUNJAMBI
Kasi Intelijen Kejari Merangin yang memberi penyuluhan kepada siswa dan siswi di SMPN 2 Merangin, 16 September 2021 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Untuk melahirkan generasi bangsa yang baik dan berkualitas, perlu ada tindakan nyata dan tepat seperti penyuluhan hukum.

Seperti yang dilakukan Kejaksaan Negeri Merangin dengan memberikan penyuluhan hukum kepada pelajar di SMPN 2 Merangin.

Para siswa-siswi mendapat penyuluhan hukum dari program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dengan tema 'Kenali Hukum Jauhi Hukuman'

Siswa-siswi itu mendapat materi gratis dari Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Merangin, M Taufik Yanuarsyah.

Selain mengenal Kejaksaan Republik Indonesia, wewenang tugas, dan fungsi Kejaksaan, pelajar juga mendapat materi lain.

Di antaranya seperti bentuk kejahatan di lingkungan pelajar, tindak pidana, dan pelanggaran lalu lintas.

Kemudian pentingnya menjauhi tindak Pidana Narkotika, Hoax, bullying atau perundungan, dan peran pelajar dalam penegakan hukum nasional.

Dengan demikian Taufik berharap tercipta generasi bangsa yang berkualitas.

"Kita mengharap adik-adik sebagai penerus bangsa yang baik dan berkualitas," harapnya.

"Melalui JMS kami memberikan pengetahuan mengenai hukum agar dapat belajar tentang hukum sejak sekarang," ujar Kasi Intel.

Sementara menurut Zubir selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin, bahwa program JMS sangat bermanfaat.

Ia mendukung penuh kegiatan itu untuk ilmu pengetahuan dan bekal bagi siswa dalam mengenali dan mengetahui berbagai macam aturan hukum yang berlaku.

"Kami harap semoga anak-anak SMP Negeri 2 Merangin dan siswa lainnya dapat memahami bahaya dari narkotika dan pelanggaran hukum lainnya," ujarnya.

"Dengan adanya JMS dapat memberikan pemahaman agar bisa menjauhi segala macam bentuk yang bisa berlawanan dengan hukum" pungkasnya.

(Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)

Baca juga: Mampukah PETI di Merangin Diberantas? Mashuri Beri Kades Waktu 15 Hari Mendata di Wilayahnya

Baca juga: Fenomena Langka di Merangin, Hujan Es Rusak Rumah Warga Pulau Tengah, Inilah Penjelasan Penyebabnya

Baca juga: Aset Desa Berupa TKD Senilai Rp 3,9 Miliar Berhasil Diselamatkan Kejari Merangin

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved