Breaking News:

Berita Bisnis

Semester 1 2021 Bank Jambi Tumbuh dan Laba Melebihi Target

Berita Bisnis-Indikator Kinerja Bank Jambi cukup cemerlang untuk semester 1 2021, dengan ditandainya perolehan laba

Penulis: Ade Setyawati | Editor: Nani Rachmaini
Istimewa
Gedung Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi atau Bank Jambi. Semester 1 2021 Bank Jambi Tumbuh dan Laba Melebihi Target 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Indikator Kinerja Bank Jambi cukup cemerlang untuk semester 1 2021, dengan ditandainya perolehan laba setelah pajak year on year (yoy) tumbuh 25,39 persen atau sebesar Rp 168 miliar atau melebihi 32 persen dari target laba Juni Rencana Bisnis 2021.

Hal itu dikatakan Direktur Utama Bank Jambi Dr H Yunsak El Halcon SH M.Si.

Bank Jambi  membukukan laba setelah pajak sebesar Rp  275,813 miliar selama 2020 tumbuh 7,95 persen (yoy), terlepas dari penurunan ekonomi yang sedang berlangsung karena pandemi covid-19 dan pembatasan-pembatasan terkait pandemi.

Meskipun aset terdepresiasi sebesar 2,79 persen, namun penyaluran kredit tetap tumbuh sebesar 8,56 persen (yoy) menjadi sebesar Rp 7,675 triliun dengan komposisi produktif 14,92 persen terhadap total kredit.

"Sementara dari sisi dana pihak ketiga tumbuh 21,75 persen (yoy) menjadi sebesar Rp. 9,385 triliun, cukup signifikan di tengah pandemi ini sehingga mampu menjaga LDR pada level 90,51 persen. Rasio BOPO menguat pada level 69,83 persen sebagai wujud keberhasilan program efisiensi biaya, sementara NPL terdepresiai tipis 0,01 persen (yoy) cenderung stabil dari tahun sebelumnya sebesar 0,79 persen," jelasnya.

Sementara itu, pada semester 1 2021, kinerja bank Jambi cukup cemerlang, ditandai dengan perolehan laba setelah pajak year on year (yoy) tumbuh 25,39 persen atau sebesar Rp 168 miliar atau melebihi 32 persen dari target laba Juni Rencana Bisnis 2021.

Dari sisi asset terapresiasi sebesar 18,48 persen (yoy) di samping penyaluran kredit dan pembiayaan yang tumbuh masing-masing sebesar 8,93 persen dan 6,79 persen (yoy) menjadi sebesar Rp 7,882 triliun dan Rp 823 miliar dengan komposisi produktif 14,82 persen terhadap total kredit.

namun secara year to date (ytd) masih mengalami sedikit perlambatan dan hanya mencapai 2,7 persen dari posisi akhir Desember 2020.

Perlambatan tersebut sejalan dengan permintaan domestik yang lemah dan kehati-hatian Bank Jambi akibat makin merebaknya covid-19 pada semester 1.

"Dari sisi dana pihak ketiga tumbuh 27,91 persen (yoy) menjadi sebesar Rp 10,456 triliun, cukup signifikan di tengah pandemi ini. Rasio BOPO masih di bawah ketentuan regulasi yaitu pada level 70,55 persen sebagai wujud keberhasilan program efisiensi biaya, sementara NPL mengalami penurunan menjadi 1,02 persen dari 1.10 persen pada semester 1 2020,"tambahnya.

Pencapaian di atas tentunya tidak lepas dari keberhasilan beberapa program unggulan dengan mengusung konsep digitalisasi, di antaranya ialah pertama Program Channel 9 yang memang diperuntukkan bagi UMKM, masjid, warung, koperasi, sekolah dan pesantren, laku pandai, QRIS, Rumah Pangan Kita (RPK). Berikutnya Program Dana PEN.

"Ini juga tidak terlepas dari beberapa program unggulan kita dengan konsep digitalisasi, untuk program dana PEN, diharapkan program tersebut secara berkesinambungan, memberikan solusi terhadap kebutuhan seluruh masyarakat akan pelayanan perbankan yang cepat, praktis, mudah dan tidak terbatas waktu," lanjutnya.

Tidak hanya itu saja, bank Jambi juga terus memperkuat jaringan hingga ke pelosok daerah, dengan memperbanyak titik layanan.

Hingga akhir semester 1 2021, jaringan kantor Bank Jambi berjumlah 205 unit terdiri dari 1 Kantor Pusat, 12 Kantor Cabang, 32 Kantor Cabang Pembantu, 8 Kantor Kas, 26 Payment Point & 126 ATM atau CRM.

Baca juga: Kinerja Positif Bank Jambi di Masa Pandemi Covid-19

Baca juga: Yunsak El Halcon: Bank Jambi Kebut Pengembangan Infrastruktur Digital

Baca juga: Dirut Bank Jambi Yunsak El Halcon: Mimpi Besar Wujudkan News Digital Brands

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved