Breaking News:

Berita Kerinci

Misteri Gong Berantai di Bumi Kerinci, Terdengar Saat Ada Musibah atau Perbuatan Maksiat

Berita Kerinci-Ada cerita menarik mengenai Gong di Kabupaten Kerinci. Keunikan gong ini sehingga dinamakan Gong Berantai.

Penulis: Herupitra | Editor: Nani Rachmaini
Istimewa
Ilustrasi. Gunung Kerinci 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Gong telah dikenal dari kesusasteraan kuno setidaknya dari abad ke 9. Alat bunyi ini biasa dipergunakan sebagai iringan, pemberi tanda dan upacara.

Namun ada cerita menarik mengenai Gong di Kabupaten Kerinci. Keunikan gong ini sehingga dinamakan Gong Berantai.

Mengenai Gong yang terdapat Wilayah Kedepatian Tigo Luhah Tanjung Tanah Kecamatan Danau Kerinci), hingga saat ini masih diyakini, dan dituturkan secara turun temurun sampai sekarang.

Hal itu disampaikan oleh Pemerhati Budaya dan Sejarah Kerinci, Suhardiman ditemui Tribunjambi.com, Minggu (12/9/2021).

Suhardiman menyebutkan, kenapa dinamakan Gong Berantai, karena di kala "Gong Berantai" ini berbunyi seolah-olah ada orang yang memainkannya atau memukulnya.

"Bunyinya pun tidak putus-putus (sambung menyambung) atau dengan irama bunyi yang disertai dengan gesekan rantai nan merdu, bahkan sampai berulang-ulang," ia menceritakan.

Katanya, Gong Berantai ini berbunyi di waktu-waktu tertentu. Misalkan ada perhelatan akbar dalam negeri seperti Kenduri Pusaka, ada Depati atau Raja yang meninggal, ada pemangku adat melanggar pantang larang adat atau negeri dalam kondisi kekacauan.

"Cerita ini sudah berabad-abad lamanya, sering diceritakan oleh para orang tua-tua di Kampung Tua Tanjung Tanah lebih-lebih diwaktu akan dilaksanakan Kenduri pusaka," jelasnya.

Mengenai hal ini ungkapnya, bisa dipercaya bisa tidak. Namun pada dimensi waktu Gong Barantai ini memang wajib dipercaya, karena memang ujarnya, gong barantai yang sering didengar oleh masyarakat Wilayah Kedepatian Tigo Luhah Tanjung Tanah ini bukanlah gong sembarangan, melainkan gong misteri.

"Gong ini berada di alam gaib "mistik" yang muncul seketika di kala kampung dalam keadaan darurat maupun dilanda musibah serta masyarakat melakukan perbuatan maksiat yang dilakukan dalam kampung," terangnya lagi.

Jika perihal seperti itu terjadi, Suhardiman menceritakan, tanpa disadari oleh masyarakat kampung, gong ini berbunyi dengan sendirinya yang disertai dengan irama rantai yang keras, tapi samar-samar.

Yang aneh, di saat gong ini berbunyi hanya orang yang berada di kejauhan atau jaraknya jauh dari tempat tersebut yang bisa mendengar bunyinya.

Anehnya lagi kenapa orang terdekat atau tinggal di sekitar tempat gong itu berada tidak pernah mendengar bunyi apapun, apalagi bunyi gong yang disertai dengan bunyi rantai.

"Untuk hal yang satu ini hanya Allah SWT yang maha mengetahuinya," ungkapnya.

Namun Ia menyebutkan, hal ini mungkin saja adalah titipan sang khalik terhadap Kampung Tua yang bertuah, tempat ditemukannya Naskah Melayu Tertua di Dunia dan menjadi bukti sejarah di bumi undang selunjur Alam Kerinci.(*)

Baca juga: Di Sini Spot Indah Paralayang di Kota Sungai Penuh dan Kerinci

Baca juga: Kapolda Jambi Meninjau Vaksinasi Massal Covid-19 di Kerinci, Ini Pesan dan Arahannya

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved