Breaking News:

Empat Siswi di Papua Diperkosa, KPAI: Perkosaan Anak Adalah Pidana Berat

LPAI berpendapat bahwa kasus dugaan perkosaan yang menimpa empat siswi di Jayapura merupakan tindak pidana berat

Kompas.com
Ilustrasi-empat siswi di Jayapura, Papua jadi korban pelecehan seksual seorang pejabat. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA – Empat siswi di Jayapura, Papua jadi korban pelecehan seksual oleh oknum pejabat Dinas PUPR dan politikus salah satu partai politik.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia berpendapat bahwa kasus dugaan perkosaan yang menimpa empat siswi tersebut merupakan tindak pidana berat, dan seharusnya tidak ada perdamaian.

Komisioner KPAI, Retno Listyarti, mengatakan, pihaknya mengikuti pemberitaan tentang kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh oknum politikus dan pejabat di Papua tersebut.  

Dari pemberitaan yang beredar, lanjut Retno, kasus itu akhirnya berujung dengan perdamaian.

Namun, tindakan perkosaan adalah tindak pidana, yang menurutnya tidak ada perdamaian. Terlebih jika mengacu pada Undang-Undang Perlindungan Anak.

“Tapi kan ini tindakan pidana. Tindakan pidana harusnya tidak ada perdamaian, dan menurut Undang-Undang Perlindungan Anak, bersetubuh dengan anak adalah perbuatan pidana, bahkan itu adalah pidana berat,” katanya, dilansir dari KompasTV, Minggu (12/9/2021).

KPAI mengecam tindakan tersebut, dan Rento mendorong pihak kepolisian untuk mengusut tuntas, meskipun ini dilakukan oleh pejabat.

“Apalagi ini tindak perkosaan dan korbannya adalah anak di bawah umur,” katanya.

Dalam menangani kasus ini, Retno meminta agar pihak kepolisian menerapkan undang-undang perlindungan anak. Sebab, menurut undang-undang perlindungan anak, kasus perkosaan atau pidana lain yang korbannya adalah anak, hukumannya lebih berat.

Dia juga meminta agar keempat siswi tersebut mendapatkan perlindungan. Sebab, kasus ini melibatkan pejabat.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved