Breaking News:

Berita Batanghari

Disdik Batanghari Belum Terima Laporan Sekolah Melanggar Prokes Saat Belajar Tatap Muka

Pemkab Batanghari sudah mulai memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Disdik Batanghari belum menerima laporan sekolah melanggar prokes...

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/musa
Kepala Dinas Pendidikan Batanghari, Agung Wihadi 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Pemerintah Kabupaten Batanghari sudah mulai memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Hal itu sudah tertuang dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 421/2192/DD/PDK/2021 pada 7 September 2021.

Kepala Dinas Pendidikan Batanghari, Agung Wihadi mengatakan pelaksanaan PTM berdasarkan koordinasi Disdikbud dengan Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Batanghari.

Mengingat daerah ini mengalami penurunan level PPKM dari 4 menjadi 3 dan bersatus zona kuning.

"Kita sudah mengeluarkan surat edaran kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dimulai pada 8 September 2021. Tentu tidak serta merta semua sekolah langsung melaksanakan PTM hari itu juga," kata Agung Wihadi selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batanghari, Minggu (12/9/2021).

Dalam surat edaran tersebut kata dia sekolah boleh melaksanakan PTM tapi harus mengutamakan protokol kesehatan ketat. Kalau misalnya nanti ada sekolah tidak melaksanakan prokes, Disdikbud akan memberikan teguran.

Ia mengakui sampai kini Disdikbud belum menerima laporan adanya sekolah tak melakukan PTM. Tapi sambil berjalan dia juga memantau dan meminta laporan persentase pelaksanaan PTM, pasca dikeluarkan surat edaran tersebut.

"Jumlah sekolah mencapai 250 lebih. Tetapi hasil pantauan saya sambil jalan, semua sudah melakukan PTM secara prokes ketat. Ketika muridnya banyak, sekolah itu menggunakan sistem 25% karena takut penumpukan," ujarnya.

Kalau murid sekolah sedikit, misalnya cuma 5 orang, tidak mungkin memakai persentase rasio prokes. Hal ini tentunya disesuaikan dengan kondisi jumlah siswa di sekolah tersebut. Contohnya sekolah dengan jumlah murid 60, tidak mungkin pakai sistem 50%.

"Mengapa pakai sistem 50%? Karena idealnya murid SD satu kelas 28 orang dan SMP satu kelas 32 orang," ujarnya.

Kepala Disdikbud secara tegas mengatakan setiap hari minta laporan Pengawas sekolah guna mengetahui segala aktifitas sekolah. Dengan demikian pihaknya bisa mengetahui prokes ketat di sekolah berjalan sesuai arahan selama PTM berlangsung.

"Pengawas sekolah menjadi sumber informasi dinas. Kalau ternyata dalam sidak kenyataan berbeda dengan laporan pengawas, berarti kesalahan Dinas PDK tidak bisa mengawasi secara penuh. Saya mohon kepada sekolah agar mematuhi prokes ketat demi anak-anak generasi penerus bangsa," pungkasnya.

Baca juga: Vaksin Remaja Usia 12 ke Atas di Muarojambi Bisa Memaksimalkan Belajar Tatap Muka

Baca juga: Ada Siswa Positif Covid-19 Saat Belajar Tatap Muka, Ini Yang Harus Dilakukan Pihak Sekolah

Baca juga: Orang Tua di Kota Jambi Dorong Anak Ikut Vaksinasi Karena Ingin Belajar Tatap Muka

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved