Breaking News:

Abrasi di Tanjab Timur

Abrasi Ancam Warga Desa Teluk Majelis, Belum Ada Solusi Untuk Mengatasi Hal Ini

Dampak abrasi di Desa Teluk Majelis anca keberadaan penduduk. Pihak pemerintah desa sudah mengajukan bantuan untuk hal itu, tapi belum ada tanggapan

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rahimin
tribunjambi/abdullah usman
Dampak abrasi di Desa Teluk Majelis hanya menyisakan tongkat rapuh dan berkarat sisa tiang tiang rumah rumah warga yang dahulu sempat mendiami kawasan pesisir. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pemerintah Desa Teluk Majelis Kecamatan Kuala Jambi Kabupaten Tanjung Jabung Timur sering mengajukan permohonan, guna mengatasi persoalan abrasi yang mengancam keberadaan penduduk. Namun, belum ada tanggapan.

Sekretaris Desa Teluk Majelis Rudi Harto mengatakan, dari Dusun 1 sampai 3 dan RT 1, 6, 9, 10 dan 11 sudah merasakan dampak abrasi yang sangat mengancam keberadaan penduduk tersebut. 

Masing masing RT ataupun dusun tadi memiliki pergerakan tanah yang berbeda beda.

Meski secara keseluruhan sangat membahayakan bagi kelangsungan keberadaan mereka yang sudah terjadi sejak tahun 2000 an. 

Tingginya ancaman abrasi di Desa Tuk Majelis ini dikarenakan, kondisi aliran sungai yang berbentuk tikungan.

Sehingga, saat pasang ataupun surut pergerakan air sangat deras ditambah haluan kapal juga sedikit mendekati kawasan pemukiman karena kondisi air yang cukup dalam. 

"Beruntung di Desa Teluk Majelis ini ada satu anak sungai yang cukup besar. Aliran dari anak sungai itulah yang hingga saat ini membantu menahan derasnya aliran sungai sehingga tidak terlalu berdampak parah bagi pemukiman," ujarnya. 

"Meski demikian, di beberapa sisi lain yang tidak memiliki anak sungai kondisinya berbanding terbalik. Seperti yang terjadi di Dusun 1-3 tadi. Sangat terlihat jelas pergeseran tanahnya," sambungnya. 

Dengan cepatnya pergerakan tanah ini, dalam kurun 20 tahun saja sudah ratusan meter tanah yang hilang menjadi sungai.

Saat ini, dengan sisa 200 meter tanah yang ada dari bibir pantai ke jalan utama dalam beberapa tahun akan bernasib sama seperti rumah warga yang dahulunya ada, jika permasalahan abrasi ini tidak segera tertangani. 

Dampaknya, banyak peninggalan sejarah di Desa Teluk Majelis yang hang akibat abrasi, baik rumah tua, peninggalan masjid sejarah yang juga sudah hilang. Bahkan ada makam ulama (Syekh Arifin) yang terpaksa dipindah akibat terdampak abrasi

"Dengan kondisi seperti ini, kita pemerintah desa dalam setiap kesempatan baik musrembang ataupun dalam sebuah pertemuan kita selalu mengusulkan bagaimana solusi untuk menghentikan ancaman abrasi yang secara masif terus terjadi disini," ujarnya. 

Namun, hingga saat ini belum ada solusi taktis untuk mengatasi permasalahan abrasi di Desa Teluk Majelis ini.

Meski beberapa waktu lalu kita juga sudah menghadiri sebuah acara sosialisasi terkait pengerukan kawasan sungai oleh Pelindo kita juga sampaikan di sana. 

"Paling tidak harapan kita kalau tidak bisa di bangun turap karena biayanya cukup tinggi. Setidaknya ada upaya pengerukan sungai untuk mengubah alur sehingga tidak terlalu berdampak pada kawasan permukiman, " pungkasnya.

Baca juga: Abrasi Telah Sebabkan 40 Meter Longsor di Desa Alang Alang Tanjung Jabung Timur

Baca juga: Abrasi Mengancam Kehidupan Warga Pesisir Tanjung Jabung Timur

Baca juga: Warga Terpaksa Pindah Rumah, Abrasi di Desa Teluk Majelis Jambi Menjadi Ancaman Nyata

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved