Breaking News:

Berita Tanjabtim

Warga Dusun Parit Bengkok Tanjabtim Hingga Kini Belum Menikmati Listrik dan Jalan Mulus

Dusun parit bengkok di Kelurahan Singkep Kecamatan Muara Sabak Barat, hingga saat ini belum teraliri listrik dan pembangunan jalan.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Abdullah Usman
Jalan di Dusun Parit Bengkok yang masih belum teraliri listrik. Bahkan saat musim penghujan jalan tersebut hancur dan berlumpur. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Dusun parit bengkok di Kelurahan Singkep Kecamatan Muara Sabak Barat, hingga saat ini belum teraliri listrik dan pembangunan jalan.

Dusun yang didiami lebih kurang 50 KK tersebut, sudah sejak lama belum teraliri listrik dan pembangunan jalan dari pemerintah.

Jalan Dusun yang kerap digunakan sebagai jalan perlintasan dari Kuala Jambi menuju Sabak timur tersebut, juga didominasi sebagai jalan angkutan untuk mengeluarkan hasil kebun.

Dikatakan salah satu warga Parit Bengkok Daeng, kondisi seperti ini sudah lama terjadi bahkan masyarakat sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini.

"Kalo musim hujan dan banjir macam sekarang ini, selain berlumpur jugo tergenang susah nian untuk dilewati," ujarnya, Kamis (9/9/2021).

Sebagian besar warga yang tinggal di parit bengkok tersebut, berprofesi berkebun sehingga hampir setiap hari aktivitas angkutan perkebunan rutin dilakukan.

"Kalo harapan kami, yo biso dibangunlah terutama listrik yang hingga kini belum masuk," harapnya.

Sementara itu Lurah Singkep Anjas, ketika dikonfirmasi tribunjambi.com menuturkan, kondisi Dusun Parit bengkok ini sudah lama menjadi perhatian pihak Kelurahan.

Bahkan hampir setiap tahun selalu diusulkan untuk pembangunan. Namun hingga saat ini upaya upaya tersebut memang belum terealisasi.

"Dari tahun 2017-2021 ini sudah kita ajukan untuk perbaikan jalan. Namun karena kembali persoalan anggaran hal tersebut belum ada kabar," jelasnya.

"Bahkan pengajuan tersebut bukan hanya soal jalan, termasuk soal listrik hingga instalasinya," sambungnya.

Lanjutnya, beberapa waktu lalu memang sempat dibahas oleh Pemerintah Daerah. Namun karena terdampak pandemi wacana tersebut pun semakin hilang dari pembahasan.

"Jika pembangunan mengandalkan anggaran kelurahan tentu tidak anak mencukupi, anggaran hanya Rp 60 juta tentu tidak akan tercover," jelasnya.

Baca juga: Daerah Jaluko dan Sekernan Kerap Padam Listrik, Ini Penyebabnya

Baca juga: Natasha Wilona dan Harris Vriza Nostalgia Awal Mula Mereka Berteman: Gemetar Bibirnya

Baca juga: Jasa Raharja Langsung Jamin Kecelakaan Bupati Merangin di Jalan Lintas Jambi-Tembesi

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved