Breaking News:

Ratusan Hektar Sawah di Kota Sungai Penuh Tak Bisa Digarap, Kenapa?

Ratusan hektare sawah petani di Kota Sungai Penuh tak bisa digarap. Apa sebabnya?

Penulis: Herupitra | Editor: Teguh Suprayitno
TribunJambi/Heru
Ratusan hektar sawah di Kota Sungai Penuh. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Ratusan hektare sawah petani di Kota Sungai Penuh tak bisa digarap. Penyebabnya karena lahan sawah selalu tergenang air. 

Pantauan Tribunjambi.com, ratusan lahan tersebut terdapat antara Kecamatan Tanah Kampung dan Kecamatan Sungai Penuh. Lahan sawah tersebut pada umumnya, milik warga Kecamatan Pondok Tinggi dan Kecamatan Sungai Penuh sudah.

Saat ini kondisi sawah milik warga dua kecamatan tersebut menjadi lahan tidur. Bahkan dimanfaatkan oleh warga sebagai lokasi tempat memancing ikan.

“Sudah beberapa tahun terakhir tidak bisa digarap,” kata petani Eka, Kamis (9/9).

Menurut Eka, penyebab ratusan sawah mereka tidak bisa di garap, karena sawah selalu tergenang air. Jembatan kerinduan juga disebut sebut warga sebagai salah satu penyebab sawah tergenang cukup lama. Sebab saluran pembuangan air menjadi tidak berfungsi sejak adanya jembatan tersebut.

Selain itu pendangkalan di Muara Sungai dan tidak adanya saluran drainase juga mengakibatkan sawah warga tergenang dan tidak bisa digarap.

“Akibatnya setiap tahun kami merugi hingga miliaran rupiah,” ujarnya.

Untuk diketahui, kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci merupakan sentra penyuplai beras terbesar di Provinsi Jambi. Untuk itu petani berharap ada solusi dari pemerintah kita Sunga Penuh terkait hal ini.

“Kami harap agar sawah milik kami ini bisa digarap kembali seperti dahulu,” harap petani.

Terkait hal ini Kepala Dinas Pertanian Kota Sungai Penuh, Bomberdin dihubungi membenarkan, bahwa tak bisa digarapnya lahan tersebut memang disebabkan selalu tergenang air. Sebab lokasinya yang cukup rendah sehingga setiap datang hujan terjadi banjir.

Baca juga: Diduga Gara-gara Sirih, Kakak Adik di Bungo Saling Tikam hingga Tewas

Baca juga: 4 Rumah di Kota Jambi Habis Dilalap Si Jago Merah, Ketua RT Sebut Penyebabnya

Baca juga: Cium Bau Busuk, Warga Merangin Geger Temukan Mayat Pria Sudah Membusuk di Rumah Kosong

 

 

“Tapi kita berusaha untuk mengatasinya. Kemarin kita telah bawa orang kementerian datang untuk melihat kondisi tersebut agar ada solusi untuk membantu masyarakat,” sebutnya.

Hal itu juga diakui oleh Wako Ahmadi ditemui di ruang kerja belum lama ini. Ia mengatakan, ada ratusan hektare sawah warga tak bisa digarap karena selalu tergenang air. 

Untuk itu ujarnya, pihaknya berupaya melakukan normalisasi Sungai. 

"Kita juga minta warga yang membuat kerambah ikan jangan sampai ke tengah sungai. Sebab hal itu akan menghambat aliran sungai," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved